Sabtu, 13 Februari 2016

Anak Yang Berbakti Kepada Orang Tua



???????????? ?????????? ????????????? ?????????? ??????? ??????? ????? ?????? ??????????? ??? ????????? ???? ??????? ??? ??????????????? ??????? ?????????? (??) ?????? ?????????? ???? ???? ???????? ??? ??? ?????? ???? ???? ?????? ???? ??????????? ?????????????? ??? ?????????? ?????????? ?????????? ??????? ???? ??????? ??????? ????? ??????? ???????????? ??????????????? ????? ???????? ??????????? (??)

�Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan meyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan bergaulah dengan keduanya di dunia dengan baik, dan ikulah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang kamu kerjakan� (QS. Luqman 14-15)

Menurut Imam Jalalain dalam Tafsir Jalalain ayat 14-15 ini merupakan kalimat sisipan (jumlah I�tirad) dari keseluruhan ayat yang membuat nasihat Luqman kepada anaknya, yakni dari ayat 12 sampai 19. Imam Az Zamakhsyari dalam tafsir Al Kasysyaf Juz III hal 479 mengatakan bahwa kedua ayat tersebut menurut suatu riwayat diturunkan terhadap kasus sahabat Sa�ad bin Abi Waqash ra., dan ibunya. 

Dikisahkan ibunya mogok makan dan minum selama tiga hari memprotes keislamanan anaknya. Tetapi Saad menanggapi aksi ibunya dengan tegas : �Seandainya dia mempunyai 70 nyawa dan keluar satu per satu -mati lantaran mogok makan-, saya tak akan kembali kepada kekufuran�. Imam Az Zamakhsyari juga mengatakan bahwa dua ayat tersebut merupakan kalimat sisipan. 

Sedangkan Ibnu Abbas dalam Tafsir Tanwirul Miqbas hal 255. menafsirkan lafazh �al insan� yang menjadi obyek wasiat atau perintah Allah itu dengan Sa�ad bin Abi Waqash ra. meskipun demikian tidak berarti wasiat Allah Swt tersebut untuk Sa�ad saja, melainkan bagi siapa saja di antara manusia, khususnya mereka yang menghadapi fakta seperti Sa�ad bin Abi Waqash tersebut.

Bersyukur

Imam Jalalain, Syaikh An Nawawi Al Jawi, Ibnu Abbas ra. dalam tafsirnya masing-masing mengatakan bahwa dalam ayat : �wawashainal insaana biwaalidaihi� Allah Swt berpesan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Menurut Imam Az Zamakhsyari, perintah bersyukur inilah yang menjadi tafsir dari pesan Allah Swt di atas.

Syaikh An Nawawi Al Jawi dalam Tafsir Al Munir Juz II/171 menyebut bahwa syukur kepada Allah dalam ayat �anisykur lii� adalah dengan melakukan perbuatan ketaatan kepadaNya. Syukur kepada Allah Swt layak dan harus dilakukan manusia kepadaNya lantaran Allah Swt adalah Pemberi Nikmat Sejati yang telah menganugerahkan seluruh kenikmatan kepada manusia. Ibnu Abbas ra. menyebut syukur kepada Allah dengan mentauhidkannya alias tidak mempersekutukanNya dengan sesuatupun dan senantiasa taat kepadaNya.

Sedangkan syukur kepada kedua orang tua dalam ayat �wawaalidaik� wajib kita lakukan lantaran tanpa mereka kita tak bakalan ada. Syukur kepada kedua orang tua dapat kita lakukan diantaranya dengan merawat mereka, menafkahi mereka, memperhatikan mereka, terutama saat mereka tua. Adalah tindakan tercela dan durhaka malah kalau kita mengirimkan orang tua ke panti jompo. Na�udzubillahi min dzalik.

Syaikh An Nawawi mengutip ucapan Sufyan bin Uyainah, seorang ulama mufassir di kalangan tabi�in, sebagai berikut : �Siapa saja yang melaksanakan shalat lima waktu, berati dia telah bersyukur kepada Allah Swt. Dan siapa saja yang selepas shalat lima waktu selalu berdo�a untuk kedua orang tuanya, berarti dia telah bersyukur kepada keduanya�. 

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur�an Al �Azhim Juz III/445 menyebutkan bahwa manusia hendaknya senantiasa mengingat jasa-jasa baik kedua orang tuanya, khususnya ibu yang selain susah payah dalam mengandung anaknya selama kurang lebih sembilan bulan, juga bersusah payah siang malam dalam memelihara, mengasuh dan mendidiknya. Termasuk dalam berbakti kepada orang tua adalah mengingat keduanya dalam do�a, sebagaimana dalam firman Allah : �Dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil� (QS. Al Isra 24)

Az Zamakhsyari mengemukakan suatu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At Tirmidzi dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya yang berkata : �Aku bertanya : Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbuat baik? Rasulullah Saw. Menjawab: �Ibumu, lalu ibumu, lalu ibumu, lau ayahmu �!�

Silaturahmi Dengan Orang Tua

Bersahabat dan bersilaturahmi dengan kedua orang tua merupakan perkara yang tidak boleh kia sepelekan. Bahkan tak boleh diputuskan meskipun kedua orang tua kafir dan menyuruh kepada kekafiran. Ayat 15 secara gamblang mengatakan bahwa jika kedua orang tua -yang kafir atau musyrik- memaksamu menyembah sesuatu yang engkau tak ada ilmu tentangnya, maka janganlah engkau taati keduanya, namun tetaplah bergaul dan bersahabat dengan keduanya dalam urusan keduniaan secara baik. 

Kata �ma�rufan� dalam kalimat �wa shahibhuma ma�ruufan� menurut Az Zamakhsyari maksudnya adalah�shahaaban au mushaahaban ma�rufan hasanan�, yakni bergaul atau bersahabat baik dengan budi pekerti yang baik, lembut, dan senantiasa mempertahankan hubungan silaturahmi.

Az Zamakhsyari menafsirkan lafazh �ma laisa laka bihi ilm�, dalam larangan syirik dalam ayat tersebut sebagai larangan menserikatkan Allah dengan sesuatu yang tidak ada apa-apanya (ma laisa bisyai�), yakni berhala-berhala. Sedangkan Ibnu Abbas ra menafsirkan : Jika keduanya memaksamu untuk menserikatkan aku dengan sesuatu yang engkau tak punya pengetahuan tentangnya �bahwa sesuatu itu adalah sekutuKu, maka janganlah engkau taati keduanya dalam perbuatan syirik itu.

Imam Ibnu Katsir mengutip sebuah riwayat Imam At Thabrani dari Sa�ad bin Malik (Abi Waqash) yang mengatakan bahwa ayat 15 tersebut turun mengenai dirinya. Ia mengatakan : �Dulu aku adalah seorang yang sangat baik (berbakti) kepad ibuku. Ketika aku masuk Islam, beliau berkata: Hai Sa�ad, apa yang terjadi ada dirimu? Ayo, engkau tinggalkan agamamu itu atau aku tidak makan dan tidak minum hingga mati lalu engkau akan dipanggil : Hai pembunuh ibumu! Lalu aku mengatakan kepadanya : Janganlah engkau lakukan, wahai ibu. Karena aku tidak akan meningalkan agamaku ini lantaran apapun. Maka ibuku mogok seperti itu hinga tiga hari. Pada hari ketiga kukatakan padanya : Wahai ibu, ketahuilah, demi Allah, andaipun ibu mempunyai seratus nyawa lalu keluar satu per satu -mati lantaran mogok (makan) tersebut- aku tak akan meninggalkan agamaku karena sesuatu pun. Jika ibu mau, makanlah. Jika tidak, ya sudah. Lalu ibuku makan�.

Dengan demikian ayat tersebut jelas melarang seorang muslim mengikuti tindakan syirik kedua orang tuanya, meskipun tetap harus mempertahankan hubungan baiknya dengan mereka. Secara praktis hal itu dapat kita lihat dalam hadits yang diriwayatkan Asma binti Abu Bakar ra. yang berkata : �Ibuku yang masih dalam keadaan musyrik datang kepadaku di masa perjanjian damai orang-orang Quraisy, yaitu ketika mereka mengadakan perjanjian perdamaian dengan Rasulullah Saw dan ayahnya (Abu Bakar ra.). Aku meminta saran kepada Nabi Saw lalu aku bertanya : �Sesungguhnya ibuku datang memerlukan sesuatu, bolehkan aku menolongnya?�. Nabi Saw menjawab : �ya, tolonglah ibumu� (HR. As Syaikhan)

Jadi silaturahmi dan berbakti kepada orang tua, tidak ada putus-putusnya bagi seorang anak hingga ia sendiri meninggal.

16 Keistimewaan Sholat Fardhu 5 Waktu Yang Utama


16 Keistimewaan Sholat Fardhu 5 Waktu Yang Utama � Banyak keutamaan sholat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sholat fardhu atau sholat 5 waktu yaitu dhuhur, ashar, magrib, isya dan subuh merupakan salah satu ibadah yang diterima Nabiyullah Muhamad SAW secara langsung tanpa perantara malaikat ketika di Isra� Mi�rajkan. Sholat merupakan amalan yang paling utama dan istimewa, sebagaimana sabda Rasulullah ketika ditanya tentang amalan apa yang paling utama, dan beliau menjawab:

mengerjakan sholat pada (awal) waktunya,

Berikut ini ada beberapa keistimewaan sholat fardhu yang utama, antara lain:

1. Sholat dikatakan istimewa karena merupakan salah satu dari rukun Islam dan hukum mengerjakannya adalah wajib bagi kaum muslim.

2. Sholat sebagai tiang agama. Bagaimana sebuah bangunan bisa kokoh jika tiang bangunannya rapuh atau bahkan tidak memiliki tiang, maka tidak sempurnalah bangunan tersebut. Begitu juga dengan sholat, ketika sholat itu tidak kita kerjakan, maka tidak sempurnalah agama kita.

3. Sholat merupakan wasiat terakhir Rasulullah SAW untuk umatnya. Bagaimana kita mengaku mencintai Rasul tetapi sholat enggan dikerjakan.

4. Dengan mengerjakan sholat, Allah SWT akan senantiasa memberikan cinta dan kasih sayangNya sesuai dengan janjiNya.

5. Sholat sebagai perisai dan benteng dalam mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ketika seseorang sudah melaksanakan sholat dan tetap melakukan maksiat dan dosa-dosa besar lainnya. Maka, ia harus memperbaiki sholatnya karena pada dasarnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

6. Sholat merupakan pembeda antara orang kafir dan muslim.

7. Sholat merupakan langkah-langkahnya orang mukmin. Dengan mengerjakan sholat insyaAllah akan turun rahmat dan keberkahan bagi orang-orang mukmin.

8. Sholat 5 waktu dapat menghapus dosa-dosa kecil dan ampunan dari Allah. Kita sebagai manusia biasa tidak luput dari salah dan dosa, sehingga Allah memberikan hadiah berupa wahyu kepada nabi Muhamad berupa sholat 50 waktu dalam sehari semalam sampai menjadi 5 waktu. Semua itu pasti ada alasannya, Allah berikan pelebur dosa-dosa ringan dengan menjalankan sholat 5 waktu.

9. Sholat yang diterima dapat menyelamatkan kita dari api neraka. Neraka Weil diperuntukkan bagi orang-orang yang meninggalkan dan melalaikan sholat.

10. Sebagai pewaris surga firdaus dan kekal abadi selamanya.

11. Sholat adalah ibadah yang paling utama, yang pertama kali dihisab dan dipertanggungjawabkan ketika kita menghadap sang Khaliq.

12. Bagi orang yang khusyu� dalam melaksanakan sholat, akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

13. Allah berikan kepribadian yang bercahaya laksana sinar bulan purnama, sinar dalam kegelapan, kebijaksanaan dalam kebodohan, diteduhkan pikirannya, dilapangkan hatinya dan dimudahkan dalam segala urusannya.

14. Sholat adalah tempat berdoa dan bermunajat kepada Allah serta tempat meminta pertolongan kepada Allah SWT.

15. Dalam mengerjakan sholat shubuh, akan senantiasa disaksikan oleh para malaikat.

16. Disetiap gerakan dalam sholat mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain yaitu: Gerakan-gerakan dalam sholat mampu melakukan peregangan atau streching untuk melenturkan tubuh dan kelancaran aliran darah didalam tubuh, memudahkan persalinan, kesuburan bagi wanita, dan pada saat sujud, posisi jantung berada diatas otak, yang menyebabkan darah bercampur dengan oksigen yang bisa mengalir secara maksimal ke otak. Aliran darah ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.

Masih banyak lagi keistimewaan-keistimewaan lain yang belum dikupas dalam artikel ini tentang 16 Keistimewaan Sholat Fardhu 5 Waktu Yang Utama, semoga beberapa point diatas dapat bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih.

Dari; seputar

Berdoa Saja Tidak Cukup!


Sahabat yang beriman, kita tentu sudah sering mendengar bahwa doa adalah senjata orang mukmin. Saat kita menginginkan sesuatu, kita berdoa, baik untuk hal-hal yang besar maupun yang kecil. Doa. Doa. Doa.

Namun, doa saja ternyata tidak cukup. Ada sunatullah yang harus dipenuhi. Kita tidak bisa hanya berdoa, lalu menunggu doa itu dikabulkan Allah. Bukan begitu syarat dan ketentuannya.

Kita seringkali berdoa, �Ya Allah, jadikan hamba termasuk orang-orang yang mendirikan salat.� Namun, hal yang kita lakukan adalah tidur-tiduran saat azan berkumandang. Setelah itu, kita kembali berdoa, �Ya Allah, jadikan hamba orang-orang yang mendirikan salat.� Sahabat Abi Ummi, Allah tidak akan mengirimkan malaikatnya untuk mengangkatmu salat, membuatmu rukuk, dan membantumu sujud. Tidak seperti itu. Engkau harus berdiri, bergerak untuk wudu, kemudian salat. Berdoalah, tetapi diiringi dengan usaha.

Ketika menginginkan anak yang saleh, kita berdoa, memohon pada Allah agar diberikan keturunan yang saleh. Namun, setelah itu, kita sibuk main gadget, eksis di media sosial, dan menonton sinetron setiap hari. Setelah itu, kita berharap anak kita menjadi saleh tanpa kita mencontohkan dan mendidiknya.

Saat rumah tangga sedang panas, lalu kita berdoa, �Ya Allah, buatlah agar suamiku mencintaiku.� Setelah berdoa, kita berharap suami kita langsung tiba-tiba mencintai kita. Tidak seperti itu. Kita harus tunjukkan rasa cinta terlebih dahulu kepada suami. Lakukan hal-hal yang bisa melembutkan hatinya. Tentu hal yang kita harapkan adalah rumah tangga yang harmonis dan menenteramkan. Untuk mendapatkannya, tentu saja salah satu jalannya adalah berdoa. Namun, doa saja tidak cukup karena diperlukan usaha.

Engkau tidak bisa kalau hanya meminta pada Allah tanpa melakukan usaha apa pun. Tidak akan bisa seperti itu.
Sahabat yang beriman, tentu kita sebagai orang yang beriman tetap percaya pada dahsyatnya kekuatan doa. Namun, doa perlu diiringi dengan usaha. Itulah bukti kepada Allah bahwa kita sungguh-sungguh menginginkan Allah mengabulkan doa kita. Jadi, kita harus berusaha agar kekuatan doa itu terkabul. Bukankah Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum, kecuali kaum itu berusaha mengubahnya sendiri?

Hal yang perlu kita ingat adalah kita tidak bisa hanya berdoa tanpa melakukan sesuatu. Itu tandanya kita malas. Kita tidak bisa berusaha saja tanpa berdoa. Itu tandanya kita sombong, lupa pada kekuasaan Allah. Kita harus berdoa dan berusaha karena kita adalah umat muslim.


Dari; abiummi

Perbedaan Pendapat Mengenai Hukum Onani Dalam Islam


Onani merupakan salah satu kegiatan tercela yang sering dilakukan oleh kaum pria untuk melampiaskan hasrat seksual yang dimilikinya. Menurut pandangan dunia kesehatan, selama dilakukan dengan tidak berlebihan, onani sah � sah saja untuk dilakukan. Bahkan, dalam keadaan tertentu seperti untuk para manula yang sudah tidak lagi melakukan hubungan intim, onani merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan untuk menghindari berbagai macam penyakit yang mengintai.

Jika onani dalam dunia kesehatan dianggap hal yang wajar, lantas bagaimanakah pandangan Agama Islam atas aktivitas yang agak sedikit tabu dan tercela ini?

Berbeda dengan beberapa aktivitas lainnya seperti berzinah atau pun mencuri, hukum onani tidak dijelaskan secara gamblang di dalam Al-Qur�an atau pun Hadits. Oleh karena itu, hukum onani pun ditentukan dari penafsiran para pemuka Agama Islam. Dan beberapa ulamah besar Islam memiliki pandangan yang berbeda terhadap aktivitas yang satu ini yaitu:

1. Ulama Madzhab Maliki, Syafi�i, dan Zaidiyah
Tiga ulamah besar Islam ini mempercayai sepenuhnya jika onani merupakan aktivitas tercela yang haram untuk dikerjakan. Menurut mereka, aktivitas onani merupakan sebuah tindakan yang berlebihan dan juga melampaui batas. Hal ini sesuai dengan salah satu Ayat Al-Qur�an Surat Al Mukminun ayat 5 � 7 yang isinya menjelaskan mengenai kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang pria untuk menjaga kemaluannya terhadap apa � apa yang selain istri dan juga budak � budak yang dimilikinya.

2. Ulama Madzhab Hanafi
Berbeda dengan tiga ulamah besar yang pertama, Ulamah Madzhab Hanafi mempercayai jika hukum onani hanya diharamkan dalam beberapa kondisi saja dan wajib dilakukan dalam beberapa kondisi yang lainnya. Ketika aktivitas onani dilakukan hanya untuk sekedar bersenang � senang atau pun dengan sengaja untuk membangkitkan syahwat, maka onani haram untuk dilakukan. Akan tetapi, jika onani dilakukan demi menghindarkan diri pelakunya dari perbuatan zina (untuk orang � orang yang belum sanggup beristri), maka onani wajib untuk dilakukan.

3. Ulama Madzhab Hambali
Hampir sama seperti halnya pendapat Ulamah Madzhab Hanafi, Ulamah Madzhab Hambali berpendapat jika onani haram untuk dilaksanakan kecuali oleh orang � orang yang belum beristri dan telah dikuasai oleh nafsu syahwat sehingga terpaksa melakukan onani untuk bisa terhindar dai perbuatan zina. Selain itu, Ulamah mazhab ini juga berpendapat jika onani boleh dilakukan oleh orang � orang yang memiliki penyakit khusus yang dianjurkan oleh dokter untuk beronani sebagai salah satu tindakan pengobatan atau pun pencegahan timbulnya penyakit tersebut.

4. Ulama Ibnu Hazm
Selain tiga ulamah di atas, hukum onani juga dijelaskan oleh ulamah Ibnu Hazm. Menurut ulamah Ibnu Hazm, onani pada dasarnya bersifat makruh dan boleh dilakukan karena tidak diharamkan secara langsung oleh Allah SWT di dalam Al-Qur�an. Pendapat ini diambil dengan berpedoman kepada Al-Qur�an surat Al An�an ayat 119 yang artinya : �Paahal Sesungguhnya Allah SWT telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu.�, dan hukum onani tidak dijelaskan secara gamblang di Al-Qur�an sehingga dianggap boleh untuk dilakukan.

Itulah sedikit gambaran mengenai hukum onani dalam Islam yang harus diketahui oleh kaum pria. Perlu diketahui, meskipun beberapa madzhab menghalakan aktivitas onani, akan tetapi onani sebaiknya tidak dilakukan. Hal ini dikarenakan onani biasanya akan memancing kepada berbagai macam tindakan � tindakan yang diharamkan oleh Allah SWT seperti melihat gambar � gambar porno hingga menjurus kepada aktivitas perzinahan.

Islam Tak Menyukai Orang Yang Meminta-minta?


Sahabat dunia islam, ada istilah �Tangan diatas, lebih baik dari pada tangan dibawah.� Sering kali kita mendapati pepatah seperti itu. Secara kasat mata orang yang diposisikan sebagai �tangan diatas� adalah pemberi, sedang �tangan dibawah� sering dikonotasikan sebagai penerima atau peminta-minta. Secara filosofi seorang yang senantiasa tangannya dibawah, selalu berada pada posisi �low�, yakni dasar, bawah, miskin dan tak punya.

Meski tak dipungkiri di negeri ini ada banyak orang yang profesi menjadi seorang pengemis. Meminta-minta belas kasihan kepada setiap orang dijumpainya, menjual wajah iba, dengan sebentuk rupa; baju compang-camping, dekil, seolah dirundung sakit, perlihatkan cacat tubuh, atau menggendong anak kecil yang entah anak sewaan atau anak sendiri.

Rasulullah saw memang sangat peduli dan sayang kepada kaum papa, fakir miskin. Anjuran kita untuk memberi sedekah kepada mereka sering kita dengar. Namun bukan berarti Islam menyenangi mengemis itu sebagai suatu profesi. Islam menginginkan setiap orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Dan soal hasil, sedikit banyak, asal barokah itu lebih utama. Dan bagi orang yang telah berusaha, namun belum mendapatkan hasil yang maksimal, hingga dalam taraf masih kekurangan, mereka itulah yang layak dibantu.

Dalam kitab sunan, Imam Abu Dawud dan al-Tirmidzi meriwayatkan hadis dari Anas ibn Malik dikisahkan suatu ketika, seorang lelaki dari kalangan Anshar yang miskin mendatangi Rasulullah saw untuk meminta sesuatu. Rasul mengernyitkan dahi.

�Barang apa yang masih ada di rumahmu?� Tanya Rasullulah.

�Satu pakaian yang sedang dijemur dan gelas� jawab lelaki Anshar itu.

�Cobalah bawa dua barang itu kemari.� Lelaki itu menurut . Ia pulang dan mengambil barang-barangnya, kemudian menyerahkan kepada Rasul. Apa yang kemudian dilakukan Rasulullah? Ternyata melelangnya kepada para sahabat yang tengah hadir disitu.

Ada seorang sahabat yang menawarnya dengan satu dirham. Rasul kemudian masih menawarkan barang tersebut pada yang hadir.

�Siapa yang akan membeli dengan harga lebih dari satu dirham? Beliau mengulang-ulang penawarannya sampai akhirnya ada seorang sahabat yang mau membeli dengan harga dua dirham. Rasul kemudian memberikan uang dua dirham yang dimaksud kepada lelaki miskin itu.

� Satu dirham ini untuk membeli makanan untu keluargamu, dan sisanya satu dirham lagi kau belikan alat, sehingga kau bisa mencari nafkah. Setelah itu, datanglah kemari,� kata Rasulullah dengan bijak.

Beberapa saat kemudian, lelaki itu kembali dengan kapak ditangan. Ia kemudian menghadap Rasul. Kemudian, diikatkannya lidi ke kapak itu oleh Rasul.

�Sana, pergilah. Cari usaha dengan kapak itu, dan jangan kembali menghadap kecuali setelah limabelas hari..� perintah Rasulullah.

Pada hari kelima belas, lelaki tersebut kembali menghadap Rasul dengan membawa limabelas dirham. Uang itu didapat dari hasil jerih payahnya bekerja dengan kapak itu. Dengan uang sebanyak itu, lelaki itu bisa menafkahi keluarganya jauh lebih layak daripada saat ia menjadi peminta-minta. Nasehat terakhirpun di ucapkan Rasulullah pada lelaki Anshar itu, dan inipun nasehat yang sangat baik kita.

�Hal seperti itu, lebih baik daripada kau meminta-minta yang akan menimbulkan bintik hitam di wajahmu kelak di akherat,�

Sebuah kejadian yang buruk, bagi orang yang berprofesi sebagai peminta-minta di akherat kelak. Dan yang menyedihkan , hal ini tidak banyak diketahui oleh mereka.

Sebenarnya dalam Islam, perintah untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarganya, telah tercantum pada beberapa ayat. Usaha itu lebih baik, dan mulia dibandingkan orang-orang yang malas, dan hanya mengandalkan pemberian orang semata. Karena dengan hasil maksimal orang yang berupaya yang terbaik dalam kehidupannya, bisa membuat keluarganya dalam kecukupan, juga bisa bersedekah memberikan hartanya untuk orang lain. Tentu tak dipungkiri, berdoa adalah sarana yang terbaik dilakukan setelah berusaha, kedua hal tersebut harus selalu mengiringi.

Tapi apakah orang yang hanya berdoa saja, duduk-duduk dimasjid adalah hal yang dibenarkan? Umar ibn Khathab juga pernah menegur orang-orang yang hanya menghabiskan waktunya di masjid tanpa mau berusaha mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup.

�Kalian jangan hanya duduk-duduk saja di sini, dan hanya beroda semoga Allah memberikan rezeki. Padahal kamu semua tahu, langit tidak serta meta menurunkan emas juga perak. SEdang Allah telah berfirman: �Apabila shalat telah ditunaikan maka menyebarlah di muka bumi, carilah karunia Allah. Dan perbanyaklah mengingat Allah agar kamu beruntung,..� (al-Jumu�ah:10)

Sebuah perpaduan yang manis, dari doa dan usaha. Mencari karunia di padu dengan ridha Allah, akan lebih indah umtuk insan dalam memaknai kehidupan. Semoga Allah selalu memberi petunjuk.


Inilah Keutamaan Penghafal Al Quran di Dunia dan di Akhirat!


Sahabat dunia islam, pada suatu waktu melihat acara di televisi Hafiz Indonesia anak � anak kecil sudah bisa menghafal Al Quran. Betapa kagumnya melihat anak umur 3-7 tahun sudah bisa menghafal beberapa juz Al Quran. Pada kesempatan kali ini dunia islam ingin membagi bagaimana Keutamaan Penghafal Al Quran di Dunia dan Di Akhirat.

Allah SWT berfirman, �Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami pula yang akan benar-benar memeliharanya. (QS Al-Hijr [15]: 9)

Al-Qur`an merupakan satu-satunya kitab suci di muka bumi ini yang terjaga, baik secara lafadz dan isinya. Rasyid Ridha pernah berkata bahwa satu-satunya kitab suci yang dinukil secara mutawatir dengan cara dihafal dan ditulis adalah Al-Qur`an. Sebagaimana ayat di atas, hal ini merupakan janji Allah SWT yang akan selalu menjaganya sampa hari kiamat.

Banyak sekali keutamaan menghafal alquran, tentu saja ini dapat menjadi motivasi kita untuk belajar alquran dan juga mengajarkan alquran pada anak-anak, bahkan tidak hanya keutamaan untuk diri sendiri, seorang penghafal quran juga akan memberi keutamaan untuk keluarga terutama kedua orangtuanya.

Berikut ini 7 Keutamaan penghafal Al Quran berdasarkan hadits Rasulullah:

1. Menjadi keluarga Allah di dunia

�Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, �Siapakah mereka ya Rasulullah?� Rasul menjawab, �Para ahli Al Qur�an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.� (HR. Ahmad)

2. Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan

�Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.� (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ia berkata, �Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, �Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,�Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.� Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?� Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, �Benar.� Nabi bersabda, �Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.� (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa�i)

�Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, �Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur�an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.� (HR. Bukhari)

3. Mendapat syafaat dari Alquran

�Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: �Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.� (HR Tirmidzi)

4. Termasuk sebaik-baik manusia

�Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya� (HR. Bukhari)

5. Dimuliakan oleh Allah

�Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur�an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.� (HR. Abu Daud)

6. Orang lain boleh iri padanya

�Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur�an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, �Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat� (HR. Bukhari)

7. Mampu menyelamatkan kedua orangtua

Sabda rasulullah s.a.w.:

�Dari pada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: �Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: �Apakah anda mengenalku?�.

Penghafal tadi menjawab; �saya tidak mengenal kamu.� Al Quran berkata; �saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.

Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.

Kedua orang tua itu lalu bertanya: �kenapa kami di beri dengan pakaian begini?�. Kemudian di jawab, �kerana anakmu hafal Al Quran.�

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, �bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.� Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)

Perlu diingat Menghafal Al-Qur`an baiknya tidak hanya lafadznya, namun harus diiringi dengan pemahaman dan pengamalan. Imam Malik dalam kitabnya Al- Muwatha menceritakan bahwa Ibnu Umar membutuhkan bertahun-tahun? malah ada yang mengatakan delapan tahun lamanya?hanya untuk menghafal surat Al-Baqarah. Hal ini menunjukkan bahwa para sahabat benar-benar mempelajari dan mengamalkan Al-Qur`an. Allah SWT berfirman, �Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur`an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.? (QS Al- Qiyamah [75]:16).

Mengenai sebab turunnya ayat tersebut, Imam Bukhari mengeluarkan hadits dari Ibnu Abbas ra yang berkata bahwa setiap turun wahyu, Rasulullah saw suka menggerak-gerakkan lisannya dengan maksud ingin cepat menghafalnya. Kemudian, Allah SWT menurunkan ayat tersebut. Tentunya, melafadzkan Al-Qur`an saja sudah mendapatkan pahala, apalagi diiringi dengan pemahaman dan pengamalan.

Semoga bermanfaat.


Adakah Doa Pemikat Hati dalam Agama Islam?


Manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang berpasang � pasangan. Setiap pria diciptakan dilengkapi dengan pasangannya masing � masing yang diciptakan dari tulang rusuk sebelah kirinya. Hal ini telah dijelaskan di dalam beberapa Ayat Al-Qur�an dan Hadits yang notabene merupakan panduan dan pegangan hidup Umat Islam.

Sayangnya, meskippun telah dijanjikan jodoh yang pasti, kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita hingga kita menikah nanti. Sebelum menikah kita hanya dapat memperbaiki diri sendiri saja sembari berharap calon jodoh kita juga terus memperbaiki dan mempersiapkan dirinya sendiri sebelum mengarungi dunia pernikahan nantinya.

Ketika hati sudah merasa mantap dan kita telah meyakini sepenuhnya bahwa diri kita telah siap mengarungi dunia pernikahan, selanjutnya kita tinggal mencari calon istri yang tepat untuk kemudian kita lamar dan kita persunting menjadi istri. Sayangnya, dalam praktiknya, tidak semua wanita yang kita sukai mau kita persunting menjadi istri. Ada banyak wanita yang mungkin dapat menolak lamaran kita karena berbagai macam alasan tertentu.

Nah, untuk meluruskan aktivitas khitbah (melamar) yang akan kita lakukan, kita dapat membacakan beberapa doa pemikat hati berikut ini:


Beberapa Doa Pemikat Hati

 1. Ayat Kursi
Doa pemikat hati yang pertama adalah Ayat Kursi. Ayat Kursi merupakan salah satu ayat Al-Qur�an yang sering dipercayai dapat dijadikan sebagai doa memohon keuntungan kepada Allah. Orang yang rajin membaca Ayat Kursi biasanya akan diberi kelancaran rejeki, kesejahteraan rumah tangga, keselamatan hidup, permohonan permintaan (berupa jodoh atau permintaan � permintaan yang lainnya) dan berbagai macam keuntungan lainnya yang kesemuaannya berasal dari Allah SWT.

 2. Syahadat
Syahadat adalah ucapan berupa pernyataan kita yang isinya mengakui keberadaan dan kekuasaan Allah SWT serta keberadaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah yang membawa kebenaran. Ketika manusia mengucapkan kalimat Syahadat, maka ia memasrahkan semua hidup dan matinya kepada Allah Tuhan Semesta Allam melalui ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Sehingga, ketika kita berulang kali membacanya sembari berharap kepada Allah akan perjodohan kita, insyaAllah Allah akan mengabulkan harapan kita untuk bisa berjodoh dengan orang yang kita sayangi.

 3.Surah Al-Ikhlas
Doa pemikat hati yang selanjutnya adalah Surah Al-Ikhlas. Surah Al-Ikhlas merupakan salah satu Surat pendek yang paling banyak diketahui dan dihafal oleh Umat Islam. Meskipun surah ini pendek, akan tetapi inti dan makna surat ini benar � benar sangat mendalam. Surah Al-Ikhlas menggambarkan kekuasaan Allah terhadap setiap hal yang terjadi dalam hidup kita. Oleh karena itu, kita dapat membaca surat Al-Ikhlas (sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah) sembari memohon kepada Allah agar kita berjodoh dengan orang yang kita cintai.

 4. Do�a Ketika Tahajud
Doa pemikat hati yang terakhir adalah doa yang kita panjatkan kepada Allah di malam hari ketika sedang shalat Tahajud. Seperti yang kita ketahui bersama, Shalat Tahajud merupakan salah satu waktu terbaik yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan doa kita kepada Allah SWT. Oleh karena itu, jika Anda ingin berjodoh dengan orang yang Anda cintai, perbanyaklah melakukan Shalat Sunah Tahajud sembari berdoa memohon untuk bisa berjodoh dengan orang yang Anda sayangi.

Itulah beberapa bacaan yang bisa kita gunakan sebagai doa pemikat hati wanita. Perlu diketahui, doa di atas pada dasarnya bukanlah sebuah mantra atau pun bacaan doa yang bisa memikat hati wanita seketika. Doa di atas merupakan doa yang bisa kita baca dalam rangka memohon kepada Allah untuk segera ditautkan dengan wanita yang sedang kita cintai. Oleh karena itu, jangan pernah berpikir untuk menggunakan doa ini untuk hal yang macam � macam ya!