Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2016

Kriteria Laki-Laki Dambaan Perempuan dan Layak di Jadikan Suami

Kriteria Laki-Laki Dambaan Perempuan dan Layak di Jadikan Suami

Semua perempuan pasti menginginkan seorang laki-laki pendamping hidupnya yang ideal dan bisa menjadi imam yang patut untuk di ikuti, laki-laki yang bisa membawa perempuan pada keberkahan, suami yang Ideal akan menjadi impian semua perempuan di dunia ini, karena tidak semua laki-laki bisa menjadi pendamping hidup yang ideal, karena memiliki karakter yang memang sulit untuk di perbaiki misalnya, sering keluar malam tanpa pamit sama istri, tidak menafkahi sang istri, mencampakkan istri. Maka dari itu berikut tiga poin laki-laki dambaan perempuan :

Pria yang shaleh

Kriteria pertama yang harus di utamakan oleh para wanita muslimah dalam rangka memilih calon suami ialah pria yang shaleh. Seorang pria yang teguh dalam pedoman agamanya,kuat aqidahnya dam mulia akhlaqnya. Rasulullah SAW bersabda: �Manakala datang seorang pria yang kuat agamanya dan mulia akhaknya(untuk meminang putri kalian). Maka nikahkanlah(putri kalian denganya). Jika tidak, niscaya akan menimbulkan fitnah(bahaya)di muka bumi dan akan menyebabkan kerusakan yang besar�(HR. AT Tirmidzi). Mengacu pada isyarat hadist ini, maka para wanita muslimah hendaknya senantiasa mengutamakan alasan agama dalam memilih calon suami, bahwa idealitas calon suami harus di utamakan pada kesalehan beragamanya.

Pria sejati dan setia

Para wanita muslimah hendaknya memilih calon suami yang sejati dan setia, jika perlu masih muda jauh dari jenjang beranda pelaminan. Ia hendaknya dapat memastikan diri bahwa calon suaminya adalah pria yang benar benar sehat secara biologis.

Pria yang siap memimpin keluarga

Kita sekalian telah memaklumi bahwa kedudukan suami di tengah-tengah keluarga adalah sebagai pemimpin. Sesuai fitrahnya para suami bertanggung jawab untuk memimpin semua anggota keluarga yang di pimpinnya, mebimbing istri ke jalan yang benar.

Sumber dari media ihram

Senin, 18 April 2016

Berdoa Agar Suami Setia pada Istri �?


Siapa yang tidak ingin mendapatkan suami yang setia? Bahkan jika harus memilih, istri tentu rela tidak memiliki banyak harta namun suami setia, dibanding bergelimang kekayaan akan tetapi suami mendua.

Namun, tiada pernikahan yang berjalan mulus seperti yang diimpikan. Termasuk ujian saat suami mulai tergoda dengan wanita lain. Permasalahan ini menjadi pemicu utama keributan dalam rumah tangga. Bahkan tidak jarang berujung dengan perceraian. Istri tentu wajib waspada dengan ujian yang satu ini. Ternyata ada cara yang bisa dilakukan oleh istri agar suaminya tidak tergoda dengan wanita. Doa apakah yang harus dibaca tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Memiliki suami yang gemar melakukan kebiasaan buruk atau maksiat seperti berjudi, mabuk dan bermain perempuan membuat banyak istri yang tidak betah dan lebih memilih untuk mengajukan cerai agar mendapatkan kehidupan dan pasangan yang lebih baik.

Menghadapi suami yang gemar berbuat maksiat dan gampang tergoda wanita lain memang bukan perkara mudah bagi seorang istri. Meskipun demikian, sebagai seorang istri perlu memiliki kesabaran ekstra dan konsistensi dalam memberikan nasihat kepada sang suami.

Padahal sebenarnya, ketika suami memiliki sifat demikian seharusnya istri bisa berperan sebagai penolong untuk menyadarkan pendamping hidupnya itu. Hal ini tentu saja bertujuan agar sang suami bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Pergunakanlah waktu yang ada bersama suami untuk saling mengenal lebih dekat, selalu terbuka dalam setiap kesempatan untuk mengemukakan perasaan masing-masing. Jika hal ini dapat dilakukan, maka sang istri mampu mengarahkan dan membangkitkan suami dari keterpurukan dosa dan membuatnya menjadi sosok suami yang lebih baik lagi.

Selain itu, jangan pernah melupakan untuk senantiasa mendoakan suami tercinta agar terhindar dari godaan wanita lain dan perbuatan maksiat. Jangan pernah bosan untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk kehidupan rumah tangga menjadi lebih baik lagi.

Oleh karena itu, bacalah doa ini setiap saat, terutama setelah melaksanakan shalat:

�Allahumma innaa nas-alukat taubata wa dawaamahaa wa na�uudzu bika minal ma�shiyyati wa asbaabihaa wa dzakkirnaa bil khaufi minka qabla hujuumi khatharaatihaa wahmilnaa �alan najaati minhaa wa minat tafakkuri fii tharaaiqihaa wamhu min quluubinaa halaawata majtanainaahu minhaa wastabdilhaa bil karaahati lahaa wath thama�i limaa huwa bidhiddihaa.�

Artinya: �Wahai Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk sehingga kami senantiasa bertaubat atas segala dosa dan kesalahan kami. Dan aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan maksiat dan sebab-sebabnya, dan jadikanlah kami selalu ingat kepada-Mu, sebelum datangnya hasrat untuk berbuat maksiat yang penuh bahaya. Selamatkanlah dengan adanya perasaan benci selalu terhadap perbuatan maksiat serta terbitkanlah dalam hati kami adanya rasa loba untuk berbuat sebaliknya.�

Demikianlah informasi terkait doa yang dibaca agar suami tidak tergoda wanita lain dan terhindar dari maksiat. Sebagai seorang istri, sudah selayaknya selalu mendoakan suaminya agar mendapatkan kebaikan di dalam rumah tangga. Selain itu, dengan senantiasa berdoa akan membuat hati menjadi lebih tenang karena selalu ingat kepada Allah SWT.

Rabu, 09 Maret 2016

Bila Sudah Menikah Lebih Baik Berumah Sendiri Meskipun Hanya Ngontrak


Konflik antara menantu dengan mertua memang merupakan salah satu ujian dalam berumah tangga. Namun keduanya terkadang tidak ada yang mau mengalah. Kondisi ini bisa ditolerir selama tidak bersinggungan dengan syari�at Allah. Namun ketika dengan tinggalnya menantu dengan mertua justru menghambat dakwah dan keistiqomahannya untuk ber-Islam, maka hendaknya rumah sendiri bersama suami atau istri akan lebih baik.

Kondisi ini akan semakin runyam jika pihak mertua memang belum sepenuhnya memahami agama secara benar sesuai manhaj salaf. Namun sebenarnya, jika menantu mau bersabar justru mendakwahi mertua secara pelan-pelan dengan hikmah adalah jauh lebih mulia.

Semua ada pertimbangan sesuai rumah tangga masing-masing. Sesuaikan pilihan ini dengan keluarga masing-masing agar diberikan jalan terbaik.


Dan jangan lupa untuk selalu memohon petunjuk kepada Allah. Insya Allah, Allah akan selalu membantu hambaNya yang selalu meminta jalan terbaik.

Cewek Wajib Tahu, Nih Ciri Pria Sejati Menurut Islam Yang Cocok Buat Calon Suami

Siapa yang gak mau sih punya calon suami yang soleh dan menjadi idaman wanita. Pasti hampir setiap wanita muslimah kalau ditanya pengen punya suami kaya apa, pasti jawabnya ingin punya calon suami yang soleh. Namun pertanyannya apakah masih ada pria bermiman yang sejati di zaman sekarang ini? Kalau aKamu mengetahui ciri-cirinya tentu mudah banget, bahkan masih banyak loh. Yuk yang mau tau silahkan disimak ciri ciri apa aja sih pria sejati menurut islam

1. Lelaki sejati itu akan selalu ingat Sama Allah dimanapun berada


keimananya yang kuat dan teguh bisa mengikat hatinya agar tunduk hanya kepada Allah, dan tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai muslim. ciri pria seperti ini cenderung tidak akan menyimpang dari ajaran agamanya bahkan akan mengajarkan Kamu ke dalam hal kebaikan, selain itu pria ini tidak akan menjerumuskan istrinya ke hal perbuatan yang tidak baik, dia akan selalu mengingatkanmu sholat, serta akan membimbingmu ke jalan yang benar menurut islam, semua itu Dia lakukan semata-mata karena Allah.




�Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi ALLAH tuhan semesta alam� (QS. Al-An�aam [6]:162).
2. Pria Soleh selalu menghindari perbuatan dan perkataan yang kotor (Akhlak Mulia)

Akhlak yang mulia bisa mencegah seseorang dari perkataan dan perbuatan yang tidak menyenangkan, selain itu orang yang memiliki akhlak mulia cenderung selalu menjaga hubungan dengan baik terhadap seseorang maupun kepada sang Penciptanya, jadi tidak aneh jika orang yang punya akhlak mulia selalu disegani orang bahkan akan selalu lembut dan berusaha untuk membahagiakan pasangannya. Pasti mau kaaan dibahagiain terus sama pasanganya?
�Yang paling sempurna imannya di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya.� (HR. Turmudzi)
3. Dia Mampu mengendalikan hawa nafsu dan tidak pernah menjerumuskan Kamu ke hal yang tidak baik

Pada dasarnya manusia itu memiliki sifat baik dan yang tidak baik, sehingga penting sekali bagi seorang muslim untuk memiliki keribadian yang mampu menahan hawa nafsunya. Selain itu orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu sangat mudah untuk tetap bersabar, tidak mudah emosi, dan selalu beristighfar jika hawa nafsunya sudah merajai dirinya. Tentunya pria dengan ciri seperti ini akan sangat bijak dalam memutuskan sesuatu hal yang penting

�Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)� (HR. Hakim)
4. Dia Tidak akan menyia-nyiakan waktu dan selalu menepati janji


Sifat ini merupakan hal penting yang harus dimiliki pria islam sejati. Dia tidak akan membuang-buang waktunya selama hidup, selalu memanfaatkan waktu untuk hal yang bermanfaat, bahkan cenderunng selalu menepati janjinya terhadap siapapun. Waktu itu sangat penting dalam islam sehingga Rasulullah sendiri pernah menyinggunggya "hidup sebelum mati, muda sebelum tua, sehat sebelum datang sakit, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin."

5. Selalu menundukan pandangan, dan Kalau melihat perempuan gak akan jelalatan keman-mana
Cowok yang cool dan keren itu akan selalu menundukkan pandangannya saat melihat wanita yang bukan muhrimnya, selain karena keimanan, hal ini untuk mencegah diri agar terhindar dari hawa nafsu. So, yang punya suami dengan sifat seperti ini pasti akan senang deh, karena tentunya julukan mata keranjang gak akan ada pada diri pria dengan ciri seperti ini.










Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: �Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.� An-Nur ayat 30:
6. Pria soleh itu bisa bermanfaat untuk keluarga dan orang lain


Pria muslim sejati selain bermanfaat untuk keluarganya maka dia juga bisa bermanfaat buat orang lain, yang dimaksud bermanfaat disini tentunya manfaat yang baik dimanapun Dia berada, sehingga Pria ini akan selalu berfikir bagaimana cara membantu orang lain yang sedang kesusahan dan meringankan beban Masyarakat yang sedang kesulitan, bahkan Dia akan berusaha semaksimal mungkin agar dirinya bisa membantu dan bermanfaat dengan orang lain.

Dengan orang lain saja sangat peduli, bagaimana dengan pasangannya? tentu dia akan berusaha keras untuk membahagiakan Kamu deh..

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain� (HR. Qudhy dari Jabir)
7. Jika Dia cinta, Dia akan mengajak kamu menikah Bukan pacaran

Sebenernya lelaki yang gentle itu yang berani ngajak nikah, bukan pacaran. kalu Dia cuma ngajakin pacaran itu pertanda dia bukan mulsim sejati. Karena selain membuang waktu, pacaran hanya mendekatkan Kamu dengan kemaksiatan. Tau sendiri kan? kalau sekarang banyak banget anak-anak ABG hamil diluar nikah. yang berawal dari pegang-pegangan, peluk-pelukan, hingga melakukan hal yang seharusnya hanya dilakukan oleh suami istri. enggak benget deh.

Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)
Itulah pria muslim sejati menurut islam yang cocok banget untuk dijadikan calon Suami.

Sumber rislah

Sabtu, 05 Maret 2016

Manakah yang Harus Didahulukan Seorang Suami, Orangtua ataukah Istri?

Manakah yang Harus Didahulukan Seorang Suami, Orangtua ataukah Istri?

Persoalan suami yang mendahulukan orangtua daripada anak-istrinya seringkali menjadi salah satu faktor pertengkaran keluarga. Tapi, bukankah seorang anak juga tidak boleh menelantarkan orangtuanya sendiri?

Allah Subhanahu wa Ta�ala berfirman:

�Ayah-ayah kamu dan anak-anak kamu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka itu yang lebih dekat manfaatnya buat kamu. (Yang demikian itu) adalah satu ketentuan dari Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.� (an-Nisa�: 11)

Sementara itu, Allah juga telah mengingatkan bahwa hanya Allah yang boleh menjadikan posisi orangtua menjadi prioritas kedua bagi seorang anak. Tidak boleh ada hal lain yang membuat seseorang menggeser prioritas orangtuanya, kecuali Allah.

�Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-sekali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan �ah� dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik� (QS. Al-Isra: 23)

Orangtua yang telah melahirkan kita ke dunia, membesarkan dan memberikan pendidikan kepada kita memanglah keluarga yang harus kita dahulukan prioritasnya. Tapi, bukankah istri yang telah kita halalkan dan juga anak-anak yang merupakan darah daging kita juga adalah keluarga?

Kedua-duanya adalah juga keluarga, meski kita mungkin baru bertemu dengan istri setelah dewasa, bukan sepanjang hidup seperti kita dengan orangtua. Maka, sebaiknya seorang lelaki dapat menyeimbangkan kebutuhan keduanya, sehingga tidak ada satupun yang merasa terpinggirkan. Seorang istri juga sepatutnya menyadari bahwa dengan menjadikan lelaki tersebut sebagai imamnya, ia juga telah bergabung menjadi keluarga si lelaki, yang berarti orangtua si lelaki adalah orangtuanya juga.


�Jika Allah ta�ala memberikan kepada salah seorang di antara kalian kebaikan � nikmat atau rezeki, maka hendaknya dia memulai dengan dirinya dahulu dan keluarganya� (HR. Muslim)

Kamis, 03 Maret 2016

Pandangan Islam Tentang Menantu Yang Tidak Mau Mengunjungi Mertuanya



Saat satu pasangan menikah, bukan hanya dua individu itu saja yang harus saling kenal dan menerima apa adanya. Namun kedua keluarga dari istri dan suami harus juga saling mengenal dan memahami serta menerima keadaan keluarga barunya tersebut. Sayang, banyak sekali hubungan antara menantu dan mertua yang tidak berjalan dengan baik. Hasil survey yang dilakukan oleh University of Wisconsin-Stevens (USWP), Amerika Serikat pun menunjukan bahwa konflik menantu wanita dengan ibu mertuanya lebih besar dibanding menantu laki-laki dengan mertuanya.

Banyak sekali faktor-faktor yang menjadi sebab musabab peperangan mertua dan menantu yang sulit bearkhir. Ulasan mengenai itu bisa di baca dengan meng-klik tautan ini. (Ini Alasan Peperangan Ibu Mertua Dan Menantu Tidak Pernah Berakhir). Meskipun sulit, namun hubungan yang baik dengan mertua harus terus di ikhtiarkan, karena kejengkelan yang menjadi-jadi tersebut bisa memicu konflik keluarga yang hebat.

Dalam Islam, kewajiban seorang istri adalah mematuhi suaminya. Termasuk mengikuti segala aturan suami yang selaras dengan aturan syariat Islam. Menyayangi suami berarti menyayangi kedua orang tuanya juga, sehingga jika seorang istri tidak mau mengunjungi rumah mertuanya berarti, suami wajib menegur sang istri.

Dalam Al-Musnad dan Shahih Ibnu Hibban disebutkan bahwa Nabi Shallalahu Alaihi Wa Sallam bersabda � Jika seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa satu bulan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, �Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu-pintu surga mana saja yang kamu kehendaki� �

Ketaatan yang sempurna dari seorang istri terhadap suaminya adalah berbuat baik dan berbakti kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan belahan jiwanya tersebut. Jika ada sesuatu yang buruk muncul dari mertua maka bersabarlah, balas dengan kebaikan-kebaikan. Karena Rasulullah pun mengajarkan untuk selalu berbuat baik pada orang yang memperlakukan kita dengan tidak baik.

Jika mertua marah karena perbuatan kita, maka sudah sepatutnya kita meminta sebelum ajal menjemput. Pun ternyata mertua telah meninggal sebelum kita meminta maaf, maka perbanyaklah berdoa agar mendapat ampunan. Perlakukanlah mertua, layaknya orang tua kandung kita sendiri. Bagaimanapun, merekalah yang membesarkan suami kita hingga ia bisa setangguh sekarang dan menjaga kita setulus hati.

Saat istri berbuat dzalim pada mertua, suami juga bisa terkena durhaka karena tidak mencegah, melarang atau menghukumnya. Maka beristigfarlah jika selama ini berbuat seperti itu. Sesungguhnya Allah Maha meneriam taubat lagi Maha Penyayang.

Allah berfirman �Katakanlah. �Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang; � (Q.S Az-Zumar:53)

Perbaikilah hubungan yang tidak menyenangkan dengan mertua. Jika kita berusaha dan terus berikhtiar maka hubungan baik yang kita inginkan akan tercapai. Ingat, Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum, sebelum kaum itu berusaha mengubahnya sendiri.

Selasa, 01 Maret 2016

Bedanya Nafkah Istri dan Uang Belanja



Banyak orang menganggap bahwa nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya adalah uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, atau yang biasa disebut sebagai uang belanja.

Namun, tahukah kamu, ternyata nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar rekening listrik dan air, dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sedangkan nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan.

Allah subhanahu wa Ta�ala berfirman:



Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa�: 34)

Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.

Rasulullah Salallahu �Alaihi wa Salam bersabda:


�Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).� (HR. Muslim: 2137)

Dalam hadist ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).

Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.

Allah Subhanahu wa Ta�ala berfirman:



�Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma�ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.� (QS.al-Baqarah: 233)

Para istri juga harus memiliki sifat qana�ah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu �Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu �Alaihi wa Salam bersabda:


�Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.� (HR.Bukhori:  4945)

Nah, untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri juga selain untuk memberi uang belanja. Untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Insha Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. Aamiin.

Rabu, 24 Februari 2016

Bersedekah Tanpa Seizin Suami Beginilah Hukumnya



Seorang istri adalah tanggung jawab suami, juga mendapatkan nafkah serta mengelola harta suaminya secara amanah. Termasuk dalam perkara ini adalah saat seorang istri bersedekah dari harta suaminya, hendaklah dia izin terlebih dahulu. Berdasarkan dalil yang diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili r.a., dia berkata aku mendengar Rasulullah Saw. berkhutbah pada Haji Wada�. Beliau bersabda, �Seorang istri tidak diperkenankan menafkahkan sesuatu yang ada dirumah suaminya kecuali dengan seizinnya.� Seseorang bertanya, �Ya Rasulullah, bagaimana dengan makanan?� Beliau menjawab, �Makanan merupakan harta kita paling utama� (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Namun, ada juga pendapat yang membolehkan bersedekah tanpa harus izin suami asal bukan barang berharga, dan diyakini tidak menimbulkan konflik dikemudian hari, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, �Jika seorang perempuan menafkahkan sebagian makanan yang ada dirumahnya, yang tidak akan menimbulkan masalah, dia memperoleh pahala atas sedekahnya, suami memperoleh pahala atas usahanya, dan penjaga rumah juga mendapat pahala yang sama. Sebagian mereka tidak mengurangi sedikit pun pahala sebagian yang lain� (HR Bukhari dan Muslim).

Pendapat diatas berbeda jika istri memiliki harta pribadi yang dia dapat sewaktu bekerja atau mendapat warisan dari keluarga, misalnya tidak diwajibkan harus meminta izin suami. Menurut Ibnu Al-Arabi, �Para ulama zaman dulu berbeda pendapat mengenai perempuan yang menyedekahkan harta yang ada dirumah suaminya. Sebagian membolehkan bila yang disedekahkan bukan barang berharga sehingga ketiadaannya tidak mengurangi sesuatu dirumah. Sebagian lain mensyaratkan adanya izin suami, Walaupun tidak terperinci, sebagaimana pendapat Bukhari. Selanjutnya, para ulama bersepakat mengenai persyaratan bahwa sedekah yang diberikan tidak menyebabkan masalah dalam rumah tangga.�

Senin, 22 Februari 2016

Para Istri, Bacalah Doa Pengasih Ini Supaya Suami Makin Sayang



Bacalah ayat al Quran ini sebagai doa pengasih buat suamimu wahai para istri.

Seorang istri selalu ingin dicintai dan disayangi oleh suaminya sehingga mereka merasa bahagia, ternyata ada doa agar selalu dicintai dan disayang suami. Dalam Islam seorang suami harus membahagiakan istrinya dengan selalu mencintai dan menyayanginya, namun tidak sedikit suami yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga kurang memperhatikan istrinya sehingga sang istri merasa tidak dicintai dan tidak disayangi lagi.

Namun bagi istri yang merasa rasa cinta dan sayang suami berkurang, tidak perlu khawatir karena ada do�a yang dapat meningkatkan rasa cinta dan sayang suami. Cukup rajin saja berdoa dengan hati yang khusyu� dengan doa pengasih, seupaya suamimu selalu menyayangimu.

Selalu dicintai dan disayangi oleh suami merupakan kebahagiaan bagi seorang istri, namun tidak sedikit para suami yang melupakan akan hal ini setelah bertahun-tahun menikah. Rasa sayang dan cinta memang selalu ada di hati tetapi mayoritas dari mereka tidak dapat menunjukkannya dengan perbuatan sehari-hari seperti dengan memberikan perhatian kepada istrinya. Doa pengasih.



Bagi seorang istri yang ingin selalu dicintai dan disayangi oleh suami sangatlah mudah. Dalam Al-Qur�an terdapat surah yang dapat menjadi doa agar suami selalu mencintai dan menyayangi istrinya. Surah manakah yang menjadi kumpulan doa agar disayang suami?

Ternyata bagi seorang istri yang ingin selalu dicintai dan disayangi oleh suaminya hanya perlu mengamalkan doa yang ada dalam Al-Qur�an yaitu surah Al-Insyiroh. Surah ini mengandung banyak fadhilah bagi orang yang mengamalkannya. Apa sajakah fadhilah surah Al-Insyirah? Berikut adalah uraiannya:

1. Disayang dan dicintai suami



Jika seorang istri membaca surah Al-Insyirah setelah sholat fardhu dengan niat doa pengasih agar selalu disayang dan dicintai suami dengan sepenuh hati, maka Allah SWT akan memberikan rasa kasih sayang dan cinta dalam hati suami untuk diberikan kepada istrinya. Setelah selesai membaca surah ini maka tiupkan pada kedua telapak tangan kemudian usapkan ke muka. Inilah salah satu tips agar selalu disayang suami.

2. Dimudahkan segala urusan di dunia




Barang siapa yang membaca surah Al-Insyirah setelah sholat fardhu maka Allah SWT akan mempermudahkan segala urusannya di dunia dan dicukupkan segala kebutuhannya serta mendapat kemudahan dalam mencari rezeki.

3. Dilapangkan dadanya




Setiap muslim yang selalu membaca surah Al-Insyirah di waktu luangnya maka Allah SWT akan melapangkan dadanya dari segala kesulitan dan masalah, selain itu Allah SWT akan menghilangkan segala sifat jemu, kesal, dan akan diberikan kepadanya sifat rajin dalam melakukan suatu amal kebaikan.

4. Dimudahkan segala urusan




Setiap muslim yang membaca surah Al-Insyirah sebanyak 9 kali setelah menunaikan sholat fardhu maka Allah SWT akan menjauhkan segala kesempitan, dimudahkan segala urusannya, dan dilapangkan rezekinya.

Selain surah Al-Insyirah, terdapat surah lain yang dapat diamalkan bagi seorang istri agar selalu disayang dan dicintai oleh suami. Surah yang dimaksud adalah surah Al-Imran ayat 31, jika seorang muslim membaca surah ini kemudian dihembuskan tepat di kening kepada orang yang disayang seperti suami dengan niat agar selalu dicintai dan disayangi mereka maka Allah SWT akan mengabulkan niatnya tersebut. Inilah salah satu resep doa agar disayang suami. doa pengasih.

Ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Qur�an merupakan penyembuh yang sangat baik dan dan dapat menjadi pedoman hidup manusia di dunia. Banyak orang yang mengamalkan beberapa ayat Al-Qur�an dalam kehidupannya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, tetapi perlu diketahui bahwa semua kebaikan yang menusia peroleh dari mangamalkan beberapa ayat dalam Al-Qur�an merupakan pemberian dari Allah SWT, jadi hanya kepada Allah lah seorang manusia harus meminta.

Semoga bermanfaat bagi para istri idan calon istri, jangan bosan-bosan untuk terus berdoa, sampai Allah mengabulkan semua doa kita terutama doa pengasih ini. Amin


Dari; musmus

Kamis, 18 Februari 2016

Mengucapkan �Aku Bukan Suamimu!� Apakah Jatuh Talak?



Jika suami mengatakan kepada istrinya, �Aku bukan suamimu lagi.� apakah jatuh talak?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu �ala Rasulillah, amma ba�du,

Sebelumnya kita perlu mengenal pembagian talak ditinjau dari nilai ketegasannya.

Pertama, Lafadz talak sharih

Adalah lafadz talak yang sudah bisa dipahami maknanya dari ucapan yang disampaikan suami. Atau dengan kata lain, lafadz talak yang sharih adalah lafadz talak yang tidak bisa dipahami maknanya kecuali perceraian.

Misalnya: Kamu saya talak, kamu saya cerai, kita bubar�, atau kalimat semacamnya.

Kedua, Lafadz talak kinayah (tidak tegas)

Kebalikan dari yang pertama, lafadz talak kinayah merupakan kalimat talak yang mengandung dua kemungkinan makna. Bisa dimaknai talak dan bisa juga bukan talak. Misalnya pulanglah ke orang tuamu, keluar sana.., jangan pulang sekalian..,

Cerai dengan lafadz tegas hukumnya sah, meskipun pelakunya tidak meniatkannya.

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

??????? ??? ?? ?????? ??? ?? ?????? ???? ???

�Para ulama sepakat bahwa talak dengan lafadz sharih (tegas) statusnya sah, tanpa melihat niat (pelaku)� (al-Mausu�ah al-Fiqhiyah, 29/26)

Sementara itu, cerai dengan lafadz tidak tegas (kinayah), dihukumi dengan melihat niat pelaku. Jika pelaku melontarkan kalimat itu untuk menceraikan istrinya, maka status perceraiannya sah.
�Aku Bukan Suamimu!� Jatuh Cerai?

Sebelumnya, kita perlu ingat, bahwa semua kalimat yang tidak sesuai realita adalah kalimat dusta dan itu kemungkaran.

Dalam kasus dzihar, seorang suami menyamakan istrinya dengan ibunya, yang haram untuk dia gauli. Allah menyebut pernyataan suami semacam ini sebagai ucapan munkar dan kedustaan.

????????? ???????????? ???????? ???? ??????????? ??? ????? ?????????????? ???? ?????????????? ?????? ????????? ???????????? ??????????? ???????????? ????????? ???? ????????? ????????

�Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kalian, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) Tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. dan Sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu Perkataan mungkar dan dusta.� (QS. al-Mujadilah: 2)

Terlepas apakah jatuh talak ataukah tidak, kalimat ini sendiri adalah kedustaan. Bagaimana mungkin wanita yang berstatus masih sah sebagai istrinya dan dia sah sebagai suaminya, sementara dia menyatakan, �Aku bukan suamimu!�?? Bohong.. dia belum pernah menceraikannya sebelum itu. Berarti masih suaminya.

Untuk itu, kewajiban suami yang tega mengucapkan kalimat ini kepada istrinya, padahal mereka belum pernah bercerai, dia harus bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, karena telah berbohong.
Apakah jatuh cerai?

Ulama menggolongkannya sebagai talak kinayah. Sehingga keabsahannya dikembalikan kepada niat suami. Jika suami berniat menceraikannya maka jatuh cerai satu. Sebaliknya, jika tidak berniat menjatuhkan cerai maka tidak jatuh cerai.

Kita simak keterangan dari an-Nasafi � ulama hanafi � (w. 710 H). Beliau menjelaskan salah satu kalimat talak,

????? ???? ?? ?????? ?? ??? ?? ???? ?? ??? ?????

�Wanita jatuh cerai dengan ucapan suami: �Kamu bukan istriku� atau �Aku bukan suamimu�, jika suami berniat talak.� (Kanzu ad-Daqaiq, dengan Syarh Tabyin al-Haqaiq, 6/292)

Az-Zaila�i ketika menjelaskan keterangan ini menyatakan,

???? ??? ??? ????? ? ????? ?? ???? ? ???? ??? ?????? ??? ???? ????? ?? ???? ???? ???? ??? ?? ??? ?? ??????

Ini merupakan pendapat Abu Hanifah. Beliau mengatakan, tidak jatuh talak. Karena dia mengingkari pernikahannya, sehingga bukan talak. Namun kedustaan. Sehingga seperti orang yang mengatakan, �Saya tidak pernah menikahimu.� (Tabyin al-Haqaiq Syarh Kanzu ad-Daqaiq, 6/292)

Allahu a�lam.

***

Penulis: Ust. Ammi Nur Baits, ST., BA.
Dari; muslimah

3 Jenis-Jenis Teman Yang Harus Diketahui



Teman ada beberapa macam:
Teman atas dasar asas manfa�at.
Teman untuk bersenang-senang.
Teman yang utama.

Siapakah mereka?
1. Teman atas dasar asas manfa�at

Dialah yang berteman denganmu ketika dia dapat mengambil manfaat darimu berupa harta, kedudukan, dsb. Jika dia tidak lagi mengambil manfaat darimu, dia akan membelakangimu, seolah-olah dia tidak pernah mengenalmu dan engkau tidak pernah mengenalnya, betapa banyaknya teman seperti ini.

?????????? ???? ?????????? ??? ??????????? ?????? ???????? ?????? ?????? ?????? ???? ????????? ?????? ???? ???? ???????????

�Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah� (QS. At Taubah: 58).

2. Teman untuk bersenang-senang.

Dialah yang berteman denganmu karena ingin bersenang-senang denganmu dalam percakapan dan pergaulan, namun dia tidak bermanfaat bagimu dan tidak ingin memberimu faidah berteman dengannya. Berteman dengannya hanyalah menghabiskan waktu, hindarilah teman seperti ini.

3. Teman yang utama.

Dia membawamu kepada kebaikan dan melarangmu dari keburukan. Dia membuka pintu kebaikan dan menunjukkanmu padanya. Bila engkau tergelincir, maka dia menyelamatkanmu dengan cara yang tidak menjatuhkan kemuliaannya.

(Syaikh Bakr Abu Zaid dalam kitabnya �Hilyah thaalib al-�ilm�, hal.23).

Umar bin Khaththab berkata:

?? ???? ??? ??????? ???? ????? ?? ?? ????? ???? ??? ????? ???? ?? ???? ??????? ??

�Tiada setelah nikmat Islam yang lebih baik daripada nikmat seorang teman yang shalih, jika kalian menemukan cinta itu pada temannya, maka hendaklah dia berpegang erat dengannya�

Imam Asy Syafi�i berkata:

??? ??? ?? ???? -????? ??? ??????- ??? ???? ??? ??? ????? ?????? ??? ???????? ???

�Jika engkau mempunyai teman yang membantumu kepada keta�atan, maka eratkanlah peganganmu padanya, karena mendapatkan teman itu sulit, sedangkan berpisah darinya sangat mudah�

***

Penulis: Ustadzah Arfah Ummu Faynan Lc.

Dari; muslimah

Benarkah Nafkah Adalah �Uang Jajan� Bagi Istri?



Sebuah tulisan menyatakan bahwa yang disebut nafkah dari suami kepada istri adalah pemberian suami di luar pemenuhan kebutuhan rumah, makan, pakaian dan turunannya yang bebas digunakan istri sesuai keinginannya. Ini adalah pernyataan yang tidak tepat.

Sebuah tulisan di blog muslimah menyatakan,

�kalau kita kembalikan kepada aturan asalnya, yang namanya nafkah itu lebih merupakan �gaji� atau honor dari seorang suami kepada istrinya. Sebagaimana �uang jajan� yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya.

Adapun kebutuhan rumah tangga, baik untuk makan, pakaian, rumah, listrik, air, sampah dan semuanya, sebenarnya di luar dari nafkah suami kepada istri. Kewajiban mengeluarkan semua biaya itu bukan kewajiban istri, melainkan kewajiban suami�

Inti dari tulisan tersebut menyatakan bahwa yang disebut nafkah dari suami kepada istri adalah pemberian suami di luar pemenuhan kebutuhan rumah, makan, pakaian dan turunannya yang bebas digunakan istri sesuai keinginannya. Dan menurut tulisan ini, nafkah dari suami adalah sebagaimana uang jajan dari orang tua kepada anaknya.

Sanggahan untuk pernyataan ini, terdiri dari beberapa poin:
1. Nafkah suami kepada istri adalah kewajiban, dan berdosa jika tidak menunaikannya

Banyak dalil yang menunjukkan wajibnya seorang suami memberi nafkah kepada istri. AllahTa�ala berfirman:

?????????? ??????????? ????? ?????????? ????? ??????? ??????? ?????????? ????? ?????? ??????? ?????????? ???? ?????????????

�Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka� (QS. An Nisa: 34).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat �dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka�: �yaitu berupa mahar, nafkah dan tanggungan yang Allah wajibkan kepada para lelaki untuk ditunaikan terhadap istri mereka� (Tafsir Ibnu Katsir, 2/292).

Allah Ta�ala juga berfirman:

????????? ??? ?????? ???? ???????? ?????? ?????? ???????? ???????? ??????????? ?????? ?????? ??????? ??? ????????? ??????? ??????? ?????? ??? ??????? ?????????? ??????? ?????? ?????? ??????? .

�Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan� (QS. Ath Thalaq: 7).

Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar Asy Syanqithi mengatakan, �Para ulama menyatakan, dalam ayat yang mulia ini, ada 2 perkara penting:
Wajibnya nafkah, yaitu dalam kalimat ?????????. Sehingga memberi nafkah pada istri hukumnya wajib.
Nafkah dikaitkan dengan keadaan si suami. Jika suami adalah orang kaya, sesuai dengan apa yang Allah karuniakan baginya dari kekayaannya. Jika suami miskin, maka semampunya sesuai dengan apa yang Allah berikan padanya dalam kondisi miskin tersebut� (Sumber: website pribadi syaikh Muhammad Asy Syanqithi).

Nabi Shallallahu�alaihi Wasallam juga bersabda:

??? ??????? ???? ?? ???? ?? ????

�cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya� (HR. Abu Daud 1692, Ibnu Hibban 4240, dihasankan oleh Al Albani dalamShahih Abi Daud).

Maka wajib hukumnya seorang suami memberi nafkah kepada istrinya dan keluarganya, dan bila itu tidak dilaksanakan maka ia berdosa.

Dari sini bisa kita ambil faidah, bahwa penyataan �nafkah dari suami adalah sebagaimana uang jajan� memiliki konsekuensi bahwa suami yang tidak memberikan istrinya �uang jajan� berarti ia belum memberikan nafkah kepada istri, belum menunaikan kewajibannya dan ia berdosa. Tentu ini adalah konsekuensi yang berat jika tidak didukung oleh dalil syar�i.
2. Definisi nafkah istri secara syar�i adalah kebutuhan pokok dan umumnya berupa quut(makanan pokok), pakaian, tempat tinggal dan turunan-turunannya


Setelah mengetahui wajibnya nafkah suami kepada istri, kita telaah apa yang dimaksud nafkah. Nafkah atau an nafaqah secara bahasa artinya pengeluaran. Dalam kitab Al Fiqhul Muyassar (1/337) dijelaskan,

?????? ???: ?????? ?? ???????? ??? ?? ????? ????? ??????? ???????? ??? ?????? ??????? ??? ?? ?????

�An Nafaqah secara bahasa diambil dari dari kata al infaq, yang pada dasarnya bermakna: pengeluaran. Dan kata al infaq ini tidak digunakan kecuali dalam hal yang baik�.

Maka semua jenis pengeluaran harta itu secara bahasa dapat disebut infaq atau nafaqah,termasuk pula pengeluaran harta seorang suami untuk istrinya.

Sedangkan, makna nafaqah secara istilah (dan ini yang kita bahas), para ulama mendefinisikan sebagai berikut. Dalam Majma� Al Anhar (1/484), kitab fiqih Hanafi, disebutkan definisi nafaqah:

??? ??????????? ???????? ??????? ?????? ???? ?????? ????????? ??????????? ?????????

�sesuatu yang keberlangsungan sesuatu ditegakkan di atasnya, semisal makanan, pakaian dan tempat tinggal�

Dalam Fathul Qadir Ibnu Hammam (4/287) disebutkan juga definisi nafaqah,

???????????? ????? ????????? ????? ???? ?????????

�menyediakan untuk sesuatu yang bisa membuatnya tetap ada dan berlangsung�.

Dalam Ad Durr Al Mukhtar, kitab fiqih Syafi�i, disebutkan:

???? ?????????? ????????????? ????????????

�nafaqah adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal� (dinukil dari Ar Raddul Mukhtar, 3/572).

Dalam Al Fiqhul Muyassar (1/337) juga disebutkan:

??????: ????? ?? ???????? ???????? ?????? ?????? ???????? ????????

�secara syar�i, nafaqah artinya memberikan kecukupan kepada orang yang menjadi tanggungannya dengan ma�ruf berupa quut (makanan pokok), pakaian, tempat tinggal dan turunan-turunan dari tiga hal tersebut�

Jika kita telaah perkataan para ulama, maka kita akan dapati mereka mendefinisikan bahwa nafkah itu tidak lepas dari 2 hal:
Nafkah adalah sesuatu yang membuat pihak yang diberi nafkah tetap eksis. Maka nafkah untuk istri adalah memberikan sesuatu (sebab) yang membuat istri tetap hidup, tetap sehat dan tergaja sebagaimana mestinya manusia. Dengan kata lain, nafkah bisa kita sebut dengan kebutuhan primer.
Nafkah pada umumnya berupa tiga hal: makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Yang tiga hal ini berdasarikan dalil syar�i dan juga disepakati setiap orang yang berakal merupakan kebutuhan primer manusia.

Maka, memaknai nafkah sebagai �uang jajan� sama sekali tidak sesuai dengan definisi nafkah yang disebutkan para ulama. Karena �uang jajan� bukanlah kebutuhan primer.
3. Batasan nafkah diperselisihkan ulama, namun belum diketahui adalah ulama yang menyebutkan �uang jajan� sebagai bentuk dari nafkah

Telah disebutkan bahwa pada umumnya para ulama menyebutkan nafkah mencakup tiga hal: makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Abu Ishaq Al Hambali dalam Al Mubdi� ketika menjelaskan nafkah beliau berkata:

???? ???? ???? ?????? ?? ????? ?????? ?????? ( ??????? )

�maka wajib bagi suami untuk memenuhi semua kebutuhan istrinya berupa makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal�

Dan inilah yang ditunjukkan oleh dalil-dalil syar�i.

1. Nafkah makanan & 2. Nafkah pakaian

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu�alaihi Wasallam:

?????? ????? ?????? ?????????? ?????????

�wajib bagi kalian (para suami) memberikan rizki (makanan) dan pakaian dengan ma�ruf kepada mereka (para istri)� (HR. Muslim 1218).

Juga hadits yang diriwayatkan dari Mu�awiyah Al Qusyairi:

???: ?? ???? ????! ?? ???? ???? ?????? ????? ???: ?? ????????? ???? ???????? ??????????? ???? ??????? ??? ????? ?????? ??? ?????????? ??? ????? ???? ?? ?????

�aku berkata: �wahai Rasulullah, apa saja hak istri yang wajib kami tunaikan?�. Beliau bersabda: �engkau beri ia makan jika engkau makan, engkau beri ia pakaian jika engkau berpakaian, dan jangan engkau memukul wajahnya, jangan mencelanya, dan jangan memboikotnya kecuali di rumah�� (HR. Abu Daud 2142 dihasankan Al Albani dalam Adabuz Zifaf, 208).

3. Nafkah tempat tinggal

Allah Ta�ala berfirman:

?????????????? ???? ?????? ?????????? ???? ??????????

�Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu� (QS. Ath Thalaq: 6).

Ayat ini membahas mengenai wanita-wanita yang ditalak, Allah perintahkan para suami untuk tidak mengeluarkan mereka dari rumahnya hingga habis masa iddah. Namun para ulama mengambil istinbath dari ayat ini bahwa wajib bagi suami untuk memberikan tempat tinggal bagi istrinya sesuai dengan kemampuannya (Al Mausu�ah Al Fiqhiyyah Syaikh Husain Al Awaisyah, 5/181).

Namun para ulama berselisih pendapat mengenai kadar dari masing-masing tiga hal ini. Berapa kadar makanan yang wajib, berapa pakaian yang mesti diberikan, dan bagaimana kadar minimal tempat tinggal yang wajib? Para ulama khilaf. Namun yang tepat insya Allah, batasan semua ini kembali kepada �urf (adat kebiasaan) daerah masing-masing. DalamMausu�ah Fiqhiyyah Durarus Saniyyah (3/150) dikatakan:

???? ?????? ????? ??? ????? ?? ????? ?????? ?????? ????? ???? ??? ??? ???? ??????? ???? ????? ??????? ????? ?????? ????????? ???? ??????? ?????????

�nafkah wajib untuk istri berupa makanan, pakaian dan tempat tinggal dan yang semisal itu yang urgensinya setara. Dan hal ini berbeda-beda tergantung pada keadaan negeri dan zaman, juga tergantung keadaan kedua suami-istri dan adat kebiasaan mereka berdua�

Demikian juga, sebagian ulama menyebutkan beberapa hal lainnya selain tiga hal ini, yang dikategorikan termasuk nafkah. Dalam kitab Raudhatut Thalibin (9/40-52) disebutkan 6 hal yang termasuk nafkah:
Ath Tha�am (makanan pokok)
Al �Udm dan sejenisnya (makanan yang menemani makanan pokok; lauk-pauk)
Al Khadim (pembantu)
Al Kiswah (pakaian)
Alaatut tanazhuf (alat-alat kebersihan)
Al Iskan (tempat tinggal)

Namun yang tepat, sebagaimana sudah dijelaskan, batasan cakupan nafkah ini kembali kepada �urf (adat kebiasaan). Semisal jika memang adat setempat menganggap pembantu adalah hal yang wajib disediakan suami sebagai nafkah, maka wajib baginya menyediakan pembantu, sesuai dengan kemampuannya.

Dan kami belum pernah mendengar atau membaca pernyataan ulama bahwa �uang jajan� atau yang semakna dengan itu sebagai bentuk nafkah.
4. Pemberian suami selain dari nafkah adalah bentuk sedekah yang paling afdhal

Setelah memahami makna dan batasan nafkah, perlu kita tekankan bahwa bukan berarti suami tidak perlu memberikan hal lain kepada istrinya selain nafkah yang wajib. Jadi, bukan berarti �uang jajan� tidak perlu diberikan kepada istri. Bahkan pemberian di luar nafkah yang wajib merupakan sedekah yang paling afdhal. Rasulullah Shallallahu�alaihi Wasallambersabda:

?????? ??????? : ?????? ??????? ??????? ? ?????? ??????? ?? ????? ? ?????? ??????? ?? ????? ????? ? ? ?????? ??????? ??? ????? ? ??????? ???? ??????? ??? ?????

�empat jenis dinar: dinar yang engkau berikan kepada orang miskin, dinas yang engkau berikan untuk membebaskan budak, dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluargamu, yang paling afdhal adalah yang engkau infakkan untuk keluargamu� (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad 578, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad).

Maka seorang suami sangat dianjurkan memberikan sedekah kepada keluarganya, terutama yang dapat menunjang keshalihan dan kebaikan keluarganya. Suami memberikan mereka buku-buku bermanfaat, alat-alat belajar, pakaian-pakaian tambahan, kendaraan, dan sebagainya. Termasuk juga �uang jajan� yang bisa digunakan oleh sang istri untuk kebutuhannya, ini merupakan sedekah yang afdhal. Tentunya sesuai dengan kemampuan suami dan tanpa berlebih-lebihan.
5. Berbicara masalah agama dengan dalil dan pemahaman para ulama, tidak dengan logika dan hawa nafsu

Sangat disayangkan tulisan dari blog tersebut, dari awal hingga huruf terakhir, tidak menyebutkan satu dalil pun yang melandasi pernyataannya. Sehingga terkesan hanya mengedepankan logika dan opini semata. Padahal berbicara agama tidak layak hanya berdasarkan logika dan opini, semua mesti dikembalikan kepada dalil Al Qur�an dan As Sunnah. Allah Ta�ala berfirman:

?????? ????????????? ??? ?????? ?????????? ????? ??????? ???????????? ???? ???????? ??????????? ????????? ??????????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ??????????

�Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur�an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.� (QS. An Nisa: 59).

Allah ta�ala juga berfirman,

????? ????????? ??? ??????????? ?????? ???????????? ?????? ?????? ?????????? ????? ??? ???????? ??? ???????????? ??????? ?????? ???????? ????????????? ??????????

�Maka demi Rabbmu, mereka tidaklah beriman sampai mereka menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim di dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak mendapati pada diri mereka rasa keberatan terhadap apa yang kamu putuskan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya� (QS. An-Nisaa: 65).

Dan Allah ta�ala juga melarang hamba-Nya berbicara agama tanpa ilmu:

???? ???????? ??????? ??????? ???????????? ??? ?????? ??????? ????? ?????? ??????????? ??????????? ???????? ???????? ?????? ?????????? ????????? ??? ???? ????????? ???? ?????????? ?????? ????????? ????? ??????? ??? ??? ???????????

�Katakanlah: �Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) berkata-kata tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui� (QS. Al A�raf: 33).

Terutama dalam mewajibkan atau mengharamkan sesuatu. Tidak hanya membutuhkan dalil, namun juga pemahaman yang benar dan penguasaan ilmu-ilmu alat untuk memahami dalil. Semoga ini bisa menjadi nasehat untuk kita semua.

Demikian risalah singkat ini, semoga bermanfaat. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

***

Penulis: Yulian Purnama

Dari; muslimah

Sampaikan Perasaan Cintamu Padanya!



Sesungguhnya ajaran Islam merupakan ajaran yang penuh kasih sayang. Tidak ada ajaran manapun yang melebihi kasih sayang dalam ajaran Islam. Bagaimana tidak? Sementara dalam Islam diajarkan bahwa semua pemeluk agama Islam itu bersaudara. Satu sama lain memiliki hubungan ukhuwah. Mereka dipersatukan oleh kalimat tauhid yang kokoh. Selain itu, sesama umat Islam dianggap sama di hadapan Allah Ta�ala. Karenanya Islam tidak mengenal istilah kasta. Mereka yang duduk di atas kursi kepemimpinan dengan mereka yang berada di bawah terik matahari bercocok tanam sama di sisi Allah. Mereka yang memiliki istana mewah sama kedudukannya dengan mereka yang hanya bertinggal di bawah kolong jembatan. Semuanya sama. Tak ada bedanya.

Tidak sampai di situ, persaudaraan dalam Islam dianggap suatu urgensitas kekuatan. Apalagi di saat kondisi musuh mengepung dari segala penjuru, seperti yang terjadi di zaman Rasulullah �shallallahu �alaihi wa sallam� tatkala kaum kuffar bersepakat untuk memburu kaum muslimin. Siksa demi siksa terus diarahkan kepada siapa pun yang memeluk Islam. Karenanya, Allah Ta�ala memerintahkan supaya kaum muslimin bersatu. Baik bersatu dalam pendapat maupun tempat. Akhirnya hijrah pun disyariatkan. Mereka yang masih tinggal di Makkah diperintahkan supaya berhijrah ke Madinah untuk berkumpul bersama saudara-saudara seiman mereka di sana demi tercapainya tujuan yang mulia.

Bahkan Allah sampai mengancam orang yang enggan melakukan hijrah dari negeri kufur ke negeri Islam bukan karena alas an syar�i. hal ini tercermin dalam firman-Nya:

????? ????????? ???????????? ?????????????? ???????? ??????????? ??????? ????? ??????? ? ??????? ?????? ??????????????? ??? ????????? ? ??????? ?????? ?????? ?????? ??????? ????????? ????????????? ?????? ? ???????????? ??????????? ????????? ? ????????? ???????? ?????? ?????????????????? ???? ?????????? ???????????? ?????????????? ??? ?????????????? ??????? ????? ??????????? ???????? ???????????? ????? ??????? ??? ???????? ???????? ? ??????? ??????? ???????? ????????

�Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: �Dalam keadaan bagaimana kamu ini?�. Mereka menjawab: �Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)�. Para malaikat berkata: �Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?�. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun� (QS: An-Nisa: 97-99).

Demikianlah, persatuan umat Islam yang diperlukan dalam setiap kondisi. Terkait persaudaraan sesama muslim, Allah Ta�ala menegaskan,

???????? ?????????????? ????????

�Orang-orang mukmin itu bersaudara� (QS: Al-Hujarat: 10).

Rasulullah �shallallahu �alaihi wa sallam- bersabda,

?????? ??? ?????? ?? ????? ??? ????? ??? ????? ???? ????? ?? ???? ?? ???? ???? ??????

�Seorang muslim itu bersaudara dengan muslim lainnya. Ia tidak boleh menganiayanya, menelantarkannya, dan meremehkannya. Orang yang merendahkan saudaranya semislam itu sudahlah dianggap sebagai orang yang buruk perangainya� (HR Muslim).

Dalam hadits lain, beliau �shallallahu �alaihi wa sallam� juga bersabda,

?? ???? ????? ??? ????? ????? ?? ??? ?????

�Iman salah seorang kalian tidaklah sempurna sampai ia mencintai pada apa yang ada pada saudaranya persis seperti ia mencintai sesuatu yang ada pada dirinya sendiri�

Dalam Shahih Al-Bukhari, ketika Rasulullah �shallallahu �alaihi wa sallam� hendak meminang �Aisyah �radhiyallahu �anha� dari bapaknya, Abu Bakar �radhiyallahu �anhu-, Abu Bakar �antara lain- mengatakan pada Nabi �shallallahu �alaihi wa sallam-, �Aku ini hanyalah saudaramu�. �Engkau adalah saudaraku menurut agama Allah dan kitab-Nya, sedangkan �Aisyah halal untuk diriku�.

Pada kesempatan lain, Rasulullah �shallallahu �alaihi wa sallam� menyatakan:

??? ???????? ?? ?????? ???????? ???????? ???? ????? ??? ????? ??? ??? ????? ?? ???? ????? ?????? ??????

�Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, berbelas kasih sesame mereka itu bagaikan satu jasad yang apabila ada anggota badan itu ditimpa sakit, maka seluruh anggota badan lain akan merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam�.

Oleh karena hal tersebut, sehingga tidaklah heran manakala Allah Ta�ala mensyariatkan orang-orang Islam yang masih hidup untuk mendoakan suadara-saudara merek ayang sudah meninggal.

??????????? ??????? ??? ?????????? ?????????? ???????? ??????? ????? ???????????????? ????????? ?????????? ????????????? ????? ???????? ??? ?????????? ?????? ??????????? ??????? ???????? ??????? ??????? ????????

�Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa, �Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang� (QS: Al-Hasyr: 10).

Di samping itu, terkadang keakraban seorang muslim dengan saudaranya itu akan lebih erat ketika masing-masing merasa diperhatikan oleh saudaranya itu. dengan demikian orang akan merasa kuat dan tegar dalam segala keadaan karena Allah telah mengiriminya saudara yang siap membantunya kapan pun. Dengan itulah orang-orang mukmin terlihat kokoh dan perkasa di hadapan orang-orang kafir sehingga mereka disegani dan dipandang.

Dari situ maka termasuk hal yang sunnah dalam persaudaraan seiman ialah menyampaikan perasaan cinta itu kepada orang yang dicintainya.

Mengenai hikmah dibalik itu, Al-Munawi mengatakan, �Hal tersebut akan melanggengkan keakraban dan mengokohkan rasa cinta. Dengannya kecintaan akan bertambah dan berlipat, menyatukan suara serta pendapat di antara sesame orang Islam, dan menggugurkan kerusakan serta dendam kesumat. Ini merupakan bagian dari keindahan syariat Islam� (Faidhul Qadir I/357).

Sebelumnya beliau menjelaskan bahwa apabila ia memberinya tahu tentang perasaan cintanya itu, maka hatinya kan lebih condong dan akan diperolehlah rasa kasihsayang. Karena apabila ia mengetahui bahwa ia mencintainya sebelum ia memberinya nasehat tentang kekeliruannya supaya dapat ditinggalkannya, ia tak akan menolak. Sehingga keberkahan dapat diperoleh di situ.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik �radhiyallahu �anhu-, ujarnya, �Ada seseorang yang bersanding dengan Nabi Muhammad �shallallahu �alaihi wa sallam-. Lantas lewatlah seseorang. Orang yang di saniding Nabi tadi pun berkata, �Sejatinya aku mencintai orang ini�.

Nabi �shallallahu �alaihi wa sallam� pun bertanya, �Sudahkah engkau beri tahu dia?�

Ia menjawab, �Belum�.

Nabi �shallallahu �alaihi wa sallam� bersabda, �Kalau begitu berilah dia tahu��.

Anas menceritakan, �Maka orang tadi pun mengejarnya seraya berkata, �Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.�

Ia menimpali, �Semoga Dzat yang telah membuatmu mencintaiku, mencintaimu�� (HR Abu Dawud).

Dalam Musnad Imam Ahmad, dari Abu Dzar �radhiyallahu �anhu-, bahwasanya ia mendengar Rasulullah �shallallahu �alaihi wa sallam- bersabda,

????? ??????? ?????????? ????????? ? ???????????? ??? ?????????? ? ?????????????? ??????? ????????? ?????

�Apabila salah seorang kalian mencintau rekannya, seyogyanya ia mendatanginya di rumahnya dan memberinya tahu bahwa ia mencintainya karena Allah�.

Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad meriwayatkan dari Mujahid, katanya, �Salah seorang shahabat Rasulullah �shallallahu �alaihi wa sallam� pernah menjumpaiku. Ia meraih pundakku dari belakang seraya bertutur, �Sesungguhnya aku mencintaimu�. Ia berkata, �Semoga engkau dicintai Dzat yang telah membuatmu mencintaiku�. Ia berkata pula, �Kalaulah Rasulullah �shallallahu �alaihi wa sallam� pernah bersabda,

??? ??? ????? ????? ??????? ??? ????

�Apabila seseorang mencintai orang lain, hendaknya ia memberinya tahu bahwa ia mencintainya, tentulah aku tidak akan memberimu tahu�.

Mujahid berkata, �Beliau pun mulai menawariku untuk melamar seseorang. Katanya, �Sesungguhnya ada di tengah-tengah kami budak wanita. Namun ketahulah bahwa dia itu bermata sebelah��.

Dikisahkan dari Abu Muslim Al-Khaulani �rahimahullah-, kisahnya, �Pernah aku memasuki sebuah masjid di kota Homs. Di dalamnya kujumpai ada sekitar 30 orang yang sudah tua dari kalangan shahabat Nabi Muhammad �shallallahu �alaihi wa sallam-. Di tengah mereka terdapat anak muda yang kedua matanya hitam, gigi depannya putih berdiam. Apabila orang-orang bingung terhadap suatu masalah, mereka menghadapnya untuk memecahkan masalah itu.

Aku pun bertanya pada orang yang duduk di sisiku, �Siapakah gerangan?�. Jawabnya, �Beliau itu Mu�adz bin Jabal�.

Tiba-tiba terpatrilah rasa cintaku padanya dalam hatiku. Aku masih saja berada di tengah mereka sampai bubar. Aku pun lantas bergegas ke masjid. Ternyata Mu�adz bin Jabal tengah mengerjakan shalat menghadap suatu tiang masjid. Beliau terdiam tidak mengajakku berbicara. Aku pun demikian tak mengajakknya berbincang. Aku kerjakan shalat lantas aku duduk duduk dengan beralaskan kainku. Beliau masih duduk terdiam tidak mengajakku berbicara. Aku juga berdiam diri tidak mengajaknya berdialog. Kemudian kukatakan, �Demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu.� Beliau menimpali, �Kamu mencintaiku karena siapa?� Kataku, �Karena Allah Tabaraka wa Ta�ala.� Beliau pun mengambil kainku dan menarikku kepadanya sebentar. Beliau berkata, �Kalau kamu jujur, maka selamat! Sebab aku telah mendengar Rasulullah �shallallahu �alaihi wa sallam� bersabda,

????????? ?? ????? ??? ????? ?? ??? ? ?????? ??????? ? ???????

�Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat para nabi dan orang yang mati syahid iri pada mereka�.

Abu Muslim mengisahkan, �Aku keluar dan berjumpa dengan �Ubadah bin Ash-Shamid �radhiyallahu �anhu-. Kataku, �Wahai Abul Walid (sapaan �Ubadah), maukah aku ceritakan padanmu tentang apa yang telah diceritakan Mu�adz bin Jabal �radhiyallahu �anhu� terkait orang-orang yang saling mencintai?�

Jawabnya, �Aku akan menceritakan padamu dari Nabi �shallallahu �alaihi wa sallam� yang diriwayatkannya dari Rabb Ta�ala�. Dia berfirman,

??? ????? ????????? ?? ? ? ??? ????? ????????? ?? ? ? ??? ????? ?????????? ??

�Orang yang saling mencintai karena diri-Kuberhak memperoleh cinta-Ku, orang yang saling memberi bantuan berhak mendapatkan cinta-Ku, dan orang-orang yang saling menyambung (kekerabatan) berhak Kucintai� (HR At-Tirmidzi).

Sekarang timbul pertanyaan, bolehkan menyampaikan ungkapan semacam ini pada wanita bukan mahram?

Al-�Allamah �Abdurrauf Al-Munawi dalam Faidh Al-Qadir syarh Al-Jami� Ash-Shaghir (I/247) ketika menjelaskan hadits:

??? ??? ????? ???? ??????? ???? ??? ??? ???? ??? ??

�Apabila salah seorang kalian mencintai seseorang, hendaklah ia memberinya tahu. Sebab, sesungguhnya ia merasa seperti apa yang dirasakannya�.

Katanya, �Maksudnya ialah seseorang dari kalangan orang-orang muslim, kerabat maupun lainnya, laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi ini ditaqyidkan dalam pada itu jika wanita tersebut ialah isteri atau mahramnya�.

Dalam As-Siraj Al-Munir (I/79), �Ali bin Ahmad Al-�Azizi menulis, �Yang dimaksud dengan saudara di sini ialah seseorang, laki maupun perempuan. Penempatannya, jika laki-laki mengucapkan pada laki-laki, dan apabila perempuan mengucapkan pada perempuan. Atau laki-laki mengucapkan pada wanita mahramnya atau isterinya jika itu wanita bukan mahram�.

Adapun hikmah dibalik larangan mengungkapkan rasa cinta pada wanita yang bukan mahram ialah agar tidak terbelenggu dalam fitnah. Apalagi jika yang mengucapkan adalah pria muda kepada wanita remaja. Karena pada prinsipnya, cinta pada wanita itu hanya terjadi pada isteri dan mahram. Sementara kepada wanita asing yang bukan mahram, pintu komunikasi harus benar-benar ditutup, tidak boleh dibiarkan terbuka menganga.

***

Penulis: Firman Hidayat bin Marwadi

Dai; muslim