Selasa, 17 Juni 2014

Subhanallah, Pernah Belajar di Tingkat A Gereja, Brother Henry Pilih Jadi Muslim



powerofdaawa.doc

Alhamdulillah, Allahu Akbar!!!

LAHIR di Ghana sebagai seorang Kristen, Henry bersyukur karena tinggal di antara banyak orang Muslim pula. Meskipun bertahun-tahun menjadi bagian Kristen, bahkan belajar di tingkat A-pendidikan gereja, suatu momen tertentu di tahun lalu ia menyadari bahwa Yesus bukanlah anak Tuhan.

�Bukan, Tuhan tidak beranak. Yesus bukan anak Tuhan, tetapi dikirim sebagai utusan dari Allah Subhanahu wa Ta�ala. Muslim juga cinta Yesus, namun sebagai nabi, Isa alaihissalam, bukan Tuhan,� Brother Henry-muslim berkata dengan yakin. Barokalloh!

Ia telah mengambil dua kalimat syahadatnya di �harrow road� (sebelah barat London), sebagaimana diberitakan brother-da�wah global. Semoga Allah SWT selalu membimbing dan meneguhkan brother Henry dalam agama Islam nan mulia, aameen. []

(Salam Ukhuwah! @bidadari_azzam, 2014)

Kejamnya Waktu Shubuh



SAUDARAKU,

Allah SWT bersumpah dalam Al Fajr :�Demi fajar (waktu Subuh)�. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan:�Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh�.

Ada apa sebenarnya di balik waktu Subuh? Mengapa Allah sampai bersumpah demi waktu Subuh? Dan mengapa pula kita harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh memang benar-benar sangat berbahaya! Waktu Subuh itu lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api. Waktu Subuh bisa lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan. Waktu Subuh bahkan lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin!

Saudaraku,

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang yang kita miliki. Emas dan semua perhiasan dirampas. Uang cash puluhan juta dirampas. Laptop yang berisi data-data penting dirampas. Mobil yang belum lunas cicilan-nya juga dirampas.Nah,bisa dibayangkan bagaimana pedihnya hati kita menerima kenyataan itu?

Tapi ketahuilah, sebenarnya waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Sebab jika kita �tergilas waktu Subuh�, sehingga melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan laptop dan mobil. Kita bahkan akan kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat,�Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya,� (HR Muslim).

Waktu Subuh juga bisa lebih menyeng-sarakandari sekadar kemiskinan di dunia. Sebab bagi orang-orang yang �tergilas waktu Subuh�, sehingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka pada hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja dari pahala shalatnya.
�� dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan sholat semalam suntuk� (HR Muslim).

Saudaraku,

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih, sama dengan 150 kali shalat! Jadi, betapa agungnya fadilah shalat Subuh berjamaah ini, khususnya bagi Kaum Adam. Dan betapa malangnya orang yang �tergilas waktu Subuh�, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Karena Rasulullah telah bersabda, bahwa orang yang tidak mampu melaksa-nakan shalat Subuh berjamaah, kedudukan-nya setara dengan orang munafik.

�Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak� (HR Bukhari Muslim).

Saudaraku,

Orang yang �tergilas waktu Subuh� sehingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah, sesungguhnya adalah orang yang dalam keadaan terancam bahaya, karena dirinya disetarakan dengan orang munafik. Sebab, ancaman bagi orang munafik adalah Neraka Jahanam.�Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam� (An Nisa:140).

Bukankah Jahanam lebih berbahaya dari sekadar kobaran api yang disiram bensin?

Nah, agar kita tidak merasakan �gilasan waktu Subuh� yang lebih kejam dari perampokan, agar kita tidak terkena �gilasan waktu Subuh� yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar kita tidak terkapar �gilasan waktu Subuh� yang lebih berbahaya dari kobaranapi, maka:�Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu Subuh� (Al Falaq:1).Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya.Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid terutama bagi laki-laki.

Saudaraku,

Tapi ada satu pertanyaan yang tersisa, yaitu mengapa waktu Subuh bisa menggilas kita? Sebab, kalau kita mau memperhatikan, sesungguhnya waktu Subuh adalah waktu yang paling berat buat kita yang ingin beribadah. Mengapa? Karena waktu Subuh adalah saat paling tenang, sehingga sangat pas buat menenggelamkan diri dalam tidur nyenyak dan bermimpi indah. Ditambah lagi, umumnya, suhu udara waktu Subuh lebih dingin dibanding waktu lainnya � sehingga membuat yang sedang tidur jadi makin merapatkan selimutnya.

Tapi yang paling berbahaya ialah, kalau kita sampai kena kepung pasukan iblis � yang akan mengencingi telinga kita, agar tak bisa mendengar panggilan �Shalat itu lebih baik daripada tidur!� dari speaker masjid, dan meniup-niup mata kita � sehingga mata kita serasa dilem atau kelopaknya bagaikan dibanduli dengan beban jutaan ton, sehingga �susaaaahhhh betul buat dibuka�.

Nah, suasana waktu Subuh dan hasil daya upaya pasukan iblis itulah yang akan �menggilas� niat kita, tekad kita, buat bangun dan mendirikan sholat. Sehingga kita terus terkapar tanpa daya di atas buaian tidur lelap dan mimpi indah, dan melalaikan shalat fajar serta shalat Subuh berjamaah di masjid. Jadi, jangan anggap remeh kekuatan waktu Subuh dalam mematahkan atau menggilas iman kita, sehingga iman kita tidak bisa bertumbuh dengan subur oleh siraman fadilah shalat fajar dan shalat berjamaah.

Wallahu A�lam. [Sumber: Kajian Islam]

Setelah Masuk Islam, Yahya Schroder Dianggap Gila




WAJAHNYA mirip Justin Bieber. Dan ketika remaja lain seusianya asyik dengan dunia, Yahya Schroeder justru memutuskan masuk Islam di usia 17 tahun. Itu terjadi di tahun 2006 silam.

Suatu ketika, ketika berusia 16 tahun, ia bertemu dengan sekumpulan Muslim di kota Potsdam melalui perantaraan ayah kandungnya. Ayahnya memang telah duluan memeluk Islam tahun 2001. Ayah ibunya cerai, dan hidup terpisah. Yahya ikut dengan ibunya, namun satu bulan sekali, ia menjenguk ayahnya. Jika waktunya pas, ia menghadiri pengajian warga muslim di kediaman ayahnya.

Secara perlahan, Yahya mulai tertarik dengan Islam. Rupanya sang ayah memerhatikan hal itu. Sang ayah ingin ia belajar lebih jauh tentang Islam dari orang yang memiliki ilmu yang lebih tinggi. Sejak saat itu Yahya mulai serius belajar Islam dan menghadiri forum pengajian rutin setiap bulannya.

Suatu hari, Yahya bersama kawan-kawan pergi berenang. Saat melompat ke kolam, ia terpeleset dan jatuh tidak sempurna. Akibatnya, punggungnya mengalami retak parah dan kepalanya berbenturan hebat dengan dasar kolam. Ayahnya segera melarikannya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, dokter menyarankan agar jangan banyak bergerak. Cedera punggung mengakibatkan engsel tangan kanannya bergeser. Yahya ingat perkataan dokter, �Jangan banyak bergerak. Sedikit saja salah bergerak bisa menyebabkan cacat nantinya,� kenang Yahya. Ucapan dokter itu membuatnya takut luar biasa.

Dokter memutuskan Yahya harus dioperasi. Sebelum dibawa ke ruang operasi, Ahmir salah seorang sahabatnya berujar, �Hidupmu kini ada di tangan Allah. Ini mirip seperti sebuah perjudian, antara hidup dan mati. Kini kamu berada di puncak kenikmatan dari sebuah pencarian. Bertahanlah, sabarlah sahabat. Allah pasti bantu.�

Kalimat Ahmir dirasakan Yahya sangat luar biasa. Ia sangat termotivasi dan semangat hidupnya muncul kembali.

�Operasi berjalan selama lima jam dan saya siuman setelah 3 hari. Saat terjaga tangan kananku sulit digerakkan. Namun, entah mengapa, saya merasa orang yang paling bahagia di muka bumi ini. Bahkan kepada dokter kuberitahukan bahwa saya tidak peduli dengan cedera yang kualami. Saya justru bahagia Allah masih mengizinkanku hidup,� kenang Yahya.

�Dokter mengatakan saya harus tinggal di rumah sakit selama beberapa bulan. Tapi ternyata saya dirawat hanya dua pekan saja! Itu karena saya latihan rutin dan penuh disiplin. Satu hari dokter berkata: �Hari ini kita coba latihan naik tangga ya�, Padahal tanpa sepengetahuan mereka, sebenarnya saya telah melsayakan latihan atas inisiatif sendiri, dua hari sebelum dokter datang,� sambungnya. Begitulah, akhirnya ia dapat menggerakkan kembali tangan kanannya seperti sediakala dan cuma dua pekan di rumah sakit.

Kecelakaan itu mengubah hidup Yahya. Ia jadi suka merenung. Ia mulai serius berpikir tentang hidup ini dan satu lagi, soal Islam. �Keinginan untuk memeluk Islam makin menjadi-jadi, yang berarti harus meninggalkan rumah, keluarga yang kucintai dan semua kemewahan hidup di sana,� ungkapnya. Akhirnya ia memutuskan pindah ke Potsdam, tinggal bersama ayahnya.

Bersama ayahnya, ia memutuskan masuk Islam�itu terjadi ketika ia pertama kali masuk sekolah. Di tempat baru, tidak membuatnya lebih mudah untuk mempelihatkan keislamannya. Ketika teman-teman sekolahnya tahu ia beragama Islam mulailah mereka mengejek dengan kalimat-kalimat usil.

�Ada teroris�, �Usamah bin Laden datang,� �Islam itu kotor�. Begitu mereka mengejek Yahya. Sebagiannya malah ada yang menganggapnya gila. Lebih parahnya lagi, bahkan ada yang tidak percaya ia orang Jerman asli.

�Saya bisa maklumi, karena mereka hanya tahu Islam dari media yang cenderung memojokkan Islam,� tukasnya

Akan tetapi setelah 10 bulan berjalan situasinya benar-benar berubah. Sikap teman-temannya berubah drastis. Rekan-rekan sekelasnya berhenti bersikap usil. Malah mereka sering bertanya tentang Islam. Pandangan mereka tentang Islam pun berubah. Menurut mereka, ternyata Islam itu cool�keren!

�Perubahan itu tentu saja tidak serta merta. Secara halus dan perlahan saya melakukan dakwah di kelas. Tentu saja bukan dengan ceramah agama. Sikap dan tingkah lakulah yang banyak membantu mereka mengenal Islam. Percaya tidak, kini saya bahkan punya ruang shalat khusus. Padahal sayalah satu-satunya siswa Muslim di sekolah itu,� ujar Yahya senang.

Teman-teman Yahya menaruh respek padanya sebagai seorang muslim. Ketika ada acara, mereka secara khusus menyiapkan makanan halal untuknya. Misalnya acara bakar sate, maka mereka siapkan dua alat pembakar. Satunya untuk mereka dan satunya lagi khusus untuk Yahya dan rekan-rekan Muslimnya.

Selepas memeluk Islam, kesibukan Yahya kini bertambah. Ia menjadi produser film. YaYa Productions nama perusahaannya yang berlokasi di Potsdam. Produksinya terutama film-film dokumenter yang kebanyakan mengisahkan perjalanan hidup seorang mualaf dan kebanyakan dalam bahasa Jerman dengan terjemahan bahasa Inggris.

�Tujuan saya membuat film adalah untuk menunjukkan kepada kalangan non-Muslim bagaimana Islam yang sebenarnya. Jauh dari apa yang ditampilkan media selama ini. Mudah-mudahan film-film itu bisa mencerahkan pandangan mereka,� ujar Yahya yang meyakini pekerjaannya itu sebagai bagian dari dakwah. Well done, Bro! [islampos/tellmeaboutislam]



Jika Anda Mendengar Suara Adzan Ini �

Jika Anda Mendengar Suara Adzan Ini �


Subhanallah, Bocah Ini Hafal 30 Juz Al-Quran

Subhanallah, Bocah Ini Hafal 30 Juz Al-Quran


Tiga zionis tak sebanding dengan 5200 tahanan Palestina!

Tiga zionis tak sebanding dengan 5200 tahanan Palestina!
Ilustrasi - Tiga zionis tak sebanding dengan 5200 tahanan Palestina!

AL-QUDS� Saat mengunjungi tahanan �Israel� pada minggu (15/6/2014), Palang Merah Internasional (PMI) menyatakan kepada keluarga penjenguk tahanan Palestina agar tiga zionis yang ditahan Mujahidin diperlakukan dengan manusiawi, lapor petugas administrasi penjara �Israel�, dikutip ERP dari tayangan TV zionis.
�Sungguh ironis, dimanakah PMI saat jutaan warga Palestina dihabisi nyawanya oleh penjajah �Israel�? Bukankah selama ini �Israel� yang begitu keji memperlakukan tahanannya?� komentar para pengguna Facebook saat sebuah akun menayangkan screen caption sebuah video pernyataan para ibu dari tahanan Palestina yang disandingkan dengan foto ratapan para jemaat beberapa sinagog yang berdoa atas keselamatan ketiga sandera pada Sabtu (14/6) di �Israel�.
ratapan israel Seluruh dunia �barat� menahan napas saat mengikuti berita hilangnya tiga tentara Zionis penjajah, sementara tidak ada perhatian yang serius atas penderitaan lebih dari 5200 tahanan Palestina pria dan wanita di dalam penjara Zionis.
�Kami, warga Palestina, tidak pernah ingin menyebabkan kerusakan apapun kepada siapa pun! Kami hanya ingin putra dan putri kita akan dirilis bentuk penjara Zionis! Putra dan putri kami telah mengalami beberapa hukuman seumur hidupnya, selama di dalam penjara! Banyak yang disimpan dalam sel isolasi dan banyak yang sangat sakit setelah puluhan tahun dipenjara!� ujar seorang ibu dalam tayangan video yang berdurasi 2 menit tersebut.
Para tawanan Palestina di penjara �Israel� mengalami banyak bentuk penyiksaan. Seperti halnya sandera zionis, mereka juga memiliki ayah dan ibu yang sangat merindukannya. Perasaan kehilangan seorang ibu juga nampak pada gambar tersebut, menyuarakan bahwa bersedih atas saudara atau anak yang tertawan adalah juga hak Bangsa Palestina.
�Bebaskan putra dan putri kami, maka kami kembalikan tentara Anda dalam keadaan aman dan sehat, persis seperti Gilad Shalit!� tuntut wanita Palestina dalam video tersebut. Hingga saat ini, berita-berita dalam bentuk video tidak dapat diakses beberapa negara, termasuk Indonesia karena sengaja dibatasi oleh pihak Youtube. Innallaha ma�a shaabiriin. (adibahasan/arrahmah.com)

Peresmian penutupan Dolly akan dihadiri pelacur dan mucikari


Lokalisasi maksiat, Gang Dolly Surabaya




SURABAYA � Meski diwarnai penolakan, acara peresmian penutupan lokalisasi Dolly akan dihadiri oleh pelacur, mucikari dan masyarakat sekitar Dolly. Dari data yang disampaikan oleh sekretaris MUI Jawa Timur, Muhammad Yunus, sebelum resmi ditutup, sudah ada 180 pelacur yang sukarela dipulangkan.

Menurut sekretaris MUI Jawa Timur, Muhammad Yunus, aksi penolakan yang gencar diekspos media tidak menunjukkan kenyataan lapangan.

�Mereka ini (yang menolak) kebanyakan preman, atau orang luar yang memiliki kepentingan untuk memperoleh sesuatu,� ujar Yunus di kantor MUI Jawa Timur (15/06).

Deklarasi penutupan Dolly pada tanggal 18 Juni 2014 terdiri dua acara. Acara pertama adalah Tabligh Akbar ormas islam se jawa Timur dari pukul 13.00 sampai waktu Ashar di depan gedung Grahadi. Sementara acara inti berupa deklarasi penutupan Dolly akan diadakan di Gedung Islamic Center yang berdekatan dengan lokalisasi Dolly. Acara deklarasi ini sendiri dimulai pada pukul 19.00.

Deklarasi penutupan lokalisasi Dolly rencananya akan dibacakan oleh 100 orang, mencakup pelacur, mucikari, Lurah, Camat, personel TNI/BABINSA, Polsek dan Satpol PP Kecamatan. Deklarasi ini kemudian ditandatangi oleh pembacanya.

Selain dari unsur masyarakat, Pejabat terkait juga menghadiri deklarasi penutupan Dolly. Walikota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur dijadwalkan untuk memberikan sambutan. Sementara Menteri Sosial Republik Indonesia dijadwalkan untuk memberi bantuan modal usaha secara simbolis dilanjutkan dengan sambutan. (azm/surya/eza/arrahmah.com)